Desain Komunikasi Grafis


Istilah komputer grafis=graphic atau digital grafic hanyalah salah satu dibawah payung Desain Komunikasi Visual

Desain komunikasi visual terdiri dari :

1. Grafika

2. desain komunikasi Grafis

3. multimedia

4. seni rupa

5. seni krya

Sedangkan desain Komunikasi Grafis terdiri dari :

1. Desain Ilustrasi

2. Fotografi

3. Computer Grafis

Khusunya computer grafis dalam era digital sekarang pemetaan standarnya sudah ada melalui standar kerja nasional (SKN).

Untuk mengembangkan materi ini dengan metode 5w+ 1h sudah cukup untuk dijadikan bahan dalam pembelajaran.

1. Materi komputer grafis yang merupakan jawaban dari {Which}. Disini membantu kita untuk lebih fokus akan materi yang akan dipelajari dibidang komunikasi visual. setelah itu mari lanjutkan pertanyaannya dengan :

2. Mengapa komputer grafis harus dipelajari ?, setelehnya baru kita mengajukan pertanyaan :

3. Apa saja yang penting dan relevan untuk saya pelajari?, berikutnya :

4. bagimana saya menemukan materi-materi itu?disini kita harus berpikir akan rujukan yang akan dipakai sebagai pusat dan sumber belajar

5. Bagaimana saya seharusnya menerapkan strategi untuk mempelajari itu ? disini kita akan lebih banyak bertanya apakahdengan diri sendiri dengan analis SWOT.

6. Kapan waktu yang tepat untuk menjalani ini semua. langkah ini merupakan langkah awal dari proses pembelajaran itu!

7. Setelah dilaksanakan, pertanyaannya yang terkahir, haruskah saya berhenti belajar setelah kompetensi pelajaran itu sukses saya kerjakan? jawabanya pasti tidak. karena konsep belajar sekarang adalah belajar sepanjang hanyat. Sedangkan kesuksesan yang sudah dikerjakan adalah untuk bekal kecakapan hidup agar survival.

Sampai disini dulu, nantikan jawaban dari setiap pertanyaan diatas pada tahap berikutnya !

6 Tanggapan to “Desain Komunikasi Grafis”

  1. tirtayasa Says:

    Om Swastyastu,
    Maaf, tolong cantumkan sumber yang menyatakan :

    Desain komunikasi visual terdiri dari :
    1. Grafika
    2. desain komunikasi Grafis
    3. multimedia
    4. seni rupa
    5. seni krya

    Bukan maksud saya untuk menggurui. Tetapi menurut saya terdapat kekeliruan, saya mencoba meluruskannya :
    Bagian Seni Rupa terdiri dari :
    – Seni Lukis
    – Seni Patung
    – Seni Kriya (logam, kayu, keramik, tekstil)
    – Desain grafis
    – Desain Komunikasi Visual (Deskomvis)
    – New Media
    – Fotografi
    – dan . . .
    informasi ini saya peroleh dari bapak-bapak dosen pengajar di jurusan Pendidikan Seni Rupa, FBS, UNDIKSHA.
    Terimakasih

    Wah trim sekali ya, versinya juga beda. Dibawah ini kami sajikan cuplikan dari SKN itu.

    BAB. 3
    BIDANG KOMUNIKASI GRAFIS

    3.1. Komunikasi Grafis dan Komunikasi Visual
    Komunikasi Grafis merupakan bidang profesi yang berkembang pesat sejak Revolusi
    Industri (abad ke-19) saat mana informasi melalui media cetak makin luas digunakan
    dalam perdagangan (iklan, kemasan), penerbitan (koran, buku, majalah) dan
    informasi seni budaya. Perkembangan bidang ini erat hubungannya dengan
    meningkatnya kesadaran akan manfaat yang dapat dipetik dari kejituan penyampaian
    informasi pada masyarakat.

    Perkembangan di atas juga dipacu oleh kesadaran yang makin tinggi pada efektivitas
    bahasa rupa (visual) dalam komunikasi masa kini. Bila pada awal munculnya mesin
    cetak abad ke-15 istilah bidang ini adalah “graphic arts” yang masih dikonotasikan
    dengan seni, maka abad ke-20 istilahnya menjadi “graphic communication” atau juga
    “visual communication”. Hal ini menggambarkan peranan komunikasi sebagai kunci
    profesi dalam bidang ini.

    Saat ini peranan komunikasi yang diemban makin beragam: informasi umum
    (information graphics, signage), pendidikan (materi pelajaran dan ilmu pengetahuan,
    pelajaran interaktif pendidikan khusus), persuasi (periklanan, promosi, kampanye
    sosial) dan pemantapan identitas (logo, corporate identity, branding). Munculnya
    istilah “komunikasi visual” sebenarnya juga merupakan akibat dari makin meluasnya
    media yang dicakup dalam bidang komunikasi lewat bahasa rupa ini: percetakan /
    grafika, film dan video, televisi, web design dan CD interaktif.

    Perkembangan itu telah membuat bidang ini menjadi kegiatan bisnis yang sekarang
    marak melibatkan modal besar dan banyak tenaga kerja. Kecepatan
    perkembangannya pun berlomba dengan kesiapan tenaga penunjang pada profesi ini.
    Karena itu perlu disiapkan suatu standar yang dapat jadi acuan bagi tenaga kerja
    dalam profesi ini, baik dalam posisinya dalam jenjang ketenagakerjaan maupun
    dalam perencanaan pendidikan penunjangnya.

    Standardisasi yang saat ini dibuat tak mungkin menahan laju perkembangan bidang
    Komunikasi Grafis. Tetapi dengan melihat apa yang telah terjadi baik di negeri orang
    maupun di negeri sendiri, diharapkan usaha membuat acuan dapat mengantisipasi
    cukup panjang menghadapi perkembangan bidang ini.

    3.2. Pengertiam dan Lingkup Komunikasi Grafis
    Tugas penyusunan kompetensi ini adalah pada bidang Komunikasi grafis, istilah yg
    diberikan oleh Dikmenjur setelah berkonsultasi dengan Ditjen Grafika. Kata Grafis
    sendiri mengandung dua pengertian: (1) Graphein (lt.= garis, marka) yang kemudian
    menjadi Graphic Arts atau Komunikasi Grafis, (2) Graphishe Vakken (bld=pekerjaan
    cetak) yang di Indonesia menjadi Grafika, diartikan sebagai percetakan. Dalam
    pengertian ini Komunikasi Grafis adalah pekerjaan dalam bidang komunikasi visual
    yang berhubungan dengan grafika (cetakan) dan/atau pada bidang dua dimensi dan
    statis (tidak bergerak dan bukan time-based images).

    Dasar terminologi perlu untuk menjelaskan beda antara Komunikasi Grafis dengan
    Komunikasi Visual. Komunikasi visual merupakan payung dari berbagai kegiatan
    komunikasi yang menggunakan unsur rupa (visual) pada berbagai media: percetakan /
    grafika, luar ruang (marka grafis, papan reklame), televisi, film /video, internet dll,
    dua dimensi maupun tiga dimensi, baik yang statis maupun bergerak (time based).
    Sedangkan Komunikasi Grafis merupakan bagian dari Komunikasi Visual dalam
    lingkup statis, dua dimensi, dan umumnya berhubungan dengan percetakan / grafika.
    Dalam lingkup terminologi ini standar kompetensi Komunikasi Grafis dibuat.

    Bidang profesi Komunikasi Grafis meliputi kegiatan penunjang dalam kegiatan
    penerbitan (publishing house), media massa cetak koran dan majalah, periklanan
    (advertising), dan biro grafis (graphic house, graphic boutique, production house).
    Selain itu komunikasi grafis juga menjadi penunjang pada industri non-komunikasi
    (lembaga swasta / pemerintah, pariwisata, hotel, pabrik / manufaktur, usaha dagang)
    sebagai inhouse graphics di departemen promosi ataupun tenaga grafis pada
    departemen public relation perusahaan.

    Pekerjaan Komunikasi Grafis meliputi olah gambar/images (gambar ilustrasi,
    fotografi), olah teks/tipografi (cipta dan susun huruf) dan penggabungan unsur teks
    dan images ke dalam rancangan/design yang siap dilaksanakan.

    Berdasarkan paparan di atas maka standar kompetensi bidang Komunikasi Grafis
    dipilah menjadi 3 sub-bidang:

    3.2.1. Desain Grafis:
    keahlian menyusun dan merancang unsur visual menjadi informasi yang dimengerti
    publik. Bidang profesi desain grafis menangani konsep komunikasi grafis, merancang
    dan menyelaraskan unsur yang ditampilkan dalam desain (huruf, gambar dan atau
    foto, elemen grafis, warna) sesuai dengan tujuan komunikasi, dan mengawasi
    produksi (cetak). Desainer Grafis merancang berdasarkan bahan yang diperolehnya
    dari penulis, ilustrator, fotografer. Dalam kerjanya desainer grafis memberi brief dan
    pengarahan pada ilustrator atau fotografer, agar hasil yang diperoleh sesuai dengan
    rancangan desainnya.

    hal 13
    Berdasarkan paparan di atas maka standar kompetensi bidang Komunikasi Grafis
    dipilah menjadi 3 sub-bidang:

    3.2.1. Desain Grafis:
    keahlian menyusun dan merancang unsur visual menjadi informasi yang dimengerti
    publik. Bidang profesi desain grafis menangani konsep komunikasi grafis, merancang
    dan menyelaraskan unsur yang ditampilkan dalam desain (huruf, gambar dan atau
    foto, elemen grafis, warna) sesuai dengan tujuan komunikasi, dan mengawasi
    produksi (cetak). Desainer Grafis merancang berdasarkan bahan yang diperolehnya
    dari penulis, ilustrator, fotografer. Dalam kerjanya desainer grafis memberi brief dan
    pengarahan pada ilustrator atau fotografer, agar hasil yang diperoleh sesuai dengan
    rancangan desainnya.

    3.2.2. Ilustrasi
    keahlian mewujudkan gambar melalui daya imajinasi dan ketrampilan tangan untuk
    menampilkan informasi. Daya artistik dan imajinatif olah gambar tangan merupakan
    ciri kreatif profesi ini. Ilustrator menerima perintah/pesan/brief dari klien maupun
    desainer grafis. Kemudian dengan daya ciptanya ilustrator menggagas dan
    menuangkan imajinasi menjadi gambar ilustrasi yang sesuai pesan yang harus
    disampaikan. Dalam kerjanya ilustrator berpegang pada brief dan arahan desainer
    atau art/creative director agar karyanya sesuai dengan kebutuhan komunikasi dan
    spesifikasi teknis yang disyaratkan rancangan desain.

    3.2.3. Fotografi
    Keahlian menampilkan informasi melalui ketrampilan menangkap cahaya ke kamera
    dan kepiawaian memilih/mengolah hasil bidikan. Fotografi menampilkan hasil
    tangkapan cahaya menjadi gambar yang nyaris sama dengan realitas. Karena itu
    fotografi digunakan untuk menampilkan gambar/image yang menunjukkan fakta atau
    realitas (objective accuracy). Karena itu pula fotografi dimanfaatkan sebagai jatidiri
    (pasfoto), dokumentasi (upacara, peristiwa, alam) ilmu pengetahuan, hingga adi
    busana dan persuasi iklan. Dalam lingkup kerja komunikasi grafis fotografer biasanya
    memperoleh brief dan arahan desainer atau art/creative director agar karyanya sesuai
    dengan kebutuhan komunikasi dan spesifikasi teknis yang disyaratkan rancangan
    desain.

  2. gdeputu Says:

    Trim sudah berkunjung ke blog saya ini, untuk sumbernya bisa dilihat pada versi SKN Desain Grafis Dikmenjur. Tentunya untuk dekomvis yang meliputi dekomfis tidak seragam di Indonesia. Misalnya Dekomvis ITB multimedia masuk sub kajian dalam MK. Dirjen Grafika juga hanya konsen pada urusan mencetak. Fakultas yang menaungi yang saya tahu adalah PSRD. Bukankah di PSRD ada seni krya yang menjadi sub kajiannya. Terdiri dari saya maksudkan bisa saja lain ditempat lain. kalau keliru tolong diperbaiki di forum ini. Trimakasih.

  3. gdeputu Says:

    Khusus untuk MK TP maka Komunikasi grafis SK+KDnya diturunkan dari SKN itu, ini kaitanyya dengan Bidang keahliah grafika dan Desain grafis di SMK.
    di TP Multimedia menjadi MK sendiri
    Fotografi juga menjadi MK=Mata Kuliah Sendiri
    Desain Grafis dibaungkan dengan Ilustrasi.
    Sedangkan untuk TP kami memang tidak belajar tentang seni krya, seni lukis dan seni patung. Khan sudah ada PSRD, Betul tidak ?

  4. ecoot Says:

    contoh ilustrasi itu apa yaaa ????

  5. oka Says:

    Sori baru balas,,,sedikit ada kesibukan.
    Ilustrasi adalah keahlian mewujudkan gambar melalui daya imajinasi dan keterampilan tangan untuk menampilkan informasi. Daya artistik dan imajinasi tangan olah gambar dengan tangan merupakan ciri kreatif profesi ini. Ilustrator menerima perintah dari /pesan dari klien maupun desain grafis. Kemudian ilustrator menggagas dan menunagkan daya imajinatif menjadi gambar ilustrasi sesuai dengan pesan.

    Jenis ilutrasi ini ada;ah:
    Ilutrasi grafis
    ilustrasi nada lengkap
    ilustrasi gemometri
    ilutrasi bercak-bercak/kubistis
    ilustrasi cukila kayu
    ilustrasi dengan klase

    contohnya banyak… cari di google ketikan contoh ilustrasi grafis, geometri dst..dst..

    Kalau ecoot punya ukunya GRA.PRA.001.1 dari dikemnjur 2004. contoh ada banyak sekali.

    semoga bisa membantu

  6. oka Says:

    Sori baru balas,,,sedikit ada kesibukan.
    Ilustrasi adalah keahlian mewujudkan gambar melalui daya imajinasi dan keterampilan tangan untuk menampilkan informasi. Daya artistik dan imajinasi tangan olah gambar dengan tangan merupakan ciri kreatif profesi ini. Ilustrator menerima perintah dari /pesan dari klien maupun desain grafis. Kemudian ilustrator menggagas dan menunagkan daya imajinatif menjadi gambar ilustrasi sesuai dengan pesan.

    Jenis ilutrasi ini ada;ah:
    Ilutrasi grafis
    ilustrasi nada lengkap
    ilustrasi gemometri
    ilutrasi bercak-bercak/kubistis
    ilustrasi cukila kayu
    ilustrasi dengan klase

    contohnya banyak… cari di google ketikan contoh ilustrasi grafis, geometri dst..dst..

    Kalau ecoot punya ukunya GRA.PRA.001.1 dari dikemnjur 2004. contoh ada banyak sekali.

    semoga bisa membantu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: