Pengembangan Media Video


KONSEP, PRINSIP dan PROSEDUR serta TEKNIK PRODUKSI VIDEO

Gde Putu Arya Oka)*

Disajikan pada Sosialisasi Festival Video Edukasi (Roadshow di 5 Kota Besar di Indonesia) Selasa,  10 April 2012, di Hotel  Nirmala, Denpasar.

*) Teknolog Pembelajaran (Magister in Instructional Technology) di FIP Undiksha, Staff Pengajar di jurusan Teknologi Pendidikan, Pengasung UKM Komunitas Broadcasting TP.

PENGANTAR

Membeli kamera video tidaklah sulit asal anda mempunyai uang. Didalam majalah-majalah dan surat kabar semakin banyak bermunculan iklan untuk kamera yang kecil, ringan dan kelihatannya begitu mudah dipakai. Namun, apakah dengan membeli kamera itu anda otomatis sudah menjadi seorang produsen film video? Sekiranya belum. Seperti halnya dengan semua keterampilan lain, keterampilan membuat film video tidak dapat dibeli. Keterampilan itu harus diperoleh dengan belajar dan banyak latihan. Oleh sebab itu timbul pertanyaan: Dimana kita dapat belajar mengenai hal itu?

Di kota-kota besar sudah banyak terdapat bermacam-macam kursus keterampilan. Beberapa perguruan tinggi di Bali, kendati tidak mengkhusus membuka program studi video, namun dalam mata kuliah tertentu mereka mendapat konsep, prinsip dan prosedur untuk bias melahirkan karya film video. Misalnya di jurusan Teknologi Pendidikan FIP Undiksha, ada mata kuliah video pembelajaran, sinetron pendidikan dan hal senada juga ada pada institut seni di Bali.

Kendati tidak semua orang berminat dan berkesempatan untuk mendalami film video, toh ada beberapa kalangan yang suka bermain-main dengan kamera sekelas handycam untuk menghasilkan gambar motion. Terselenggaran Festival Video Edukasi dalam beberapa tahun belakangan ini patut disambut gembira, sebagai ajang untuk berekspresi dan sebagai wadah untuk menilai hasil karya film video.

Oleh karena membuat film video tidak bisa dibeli dan sangat jarang ada pelatihan video, maka pada kesempatan ini kendati sederhana, kekurangan pelatihan video akan dicoba untuk disajikan dengan pokok-pokok penting dalam produksi film video. Dengan penyajian materi ini diharapkan dapat menemukan semua hal penting yang harus diketahui untuk membuat sebuah film video. Membuat film video akan disadari bahwa produksi film video adalah suatu kegiatan yang ternyata jauh dari sekedar memegang kamera dan menekan tombol.

Produksi video adalah suatu kegiatan yang melibatkan banyak sekali hal. Sebenarnya kegiatan ini tidak terbatas, atau bisa dikatakan batas kegiatan ini adalah sejauh daya khayal anda. Ini sebabnya, mengapa produksi video begitu mengasyikan.

Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan banyak orang di Bali dapat menjadi penggemar produksi video, sehingga kamera video tidak lagi dianggap sebagai simbol gengsi saja, melainkan sebagai sarana untuk memperkembangkan daya khayal dan untuk menciptakan komunikasi yang semakin membahagiakan.

BAB I PENDAHULUAN

Agar hasil video sesuai harapan, maka ada beberapa pengetahuan yang harus diketahui dan keterampilan yang harus dilatih. Dengan berpegangan pada prosedur dan prinsip film video diharapkan secara teknis film video yang dihasilkan dapat memuaskan. Oleh karena itu, pada pendahuluan ini akan dipaparkan beberapa konsep dan prinsip film video.

  1. Apakah Video itu?

Kata video berasal dari bahasa Yunani yaitu “videre”  yang artinya “Saya lihat“.Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Aplikasi umum dari teknologi video adalah televisi, tetapi video dapat juga digunakan dalam aplikasi teknik, saintifik, produksi dan keamanan.

Digital video adalah jenis sistem video recording yang bekerja menggunakan sistem digital dibandingkan dengan analog dalam hal representasi videonya. Biasanya digital video direkam dalam tape, kemudian didistribusikan melalui optical disc, misalnya VCD dan DVD.  Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan juga perekam video dan pemutar video.

  1. Bagaimana Karakteristik Video?

Sebagai sebuah media pembelajaran, video/televisi mempunyai karakteristik yang berbeda dengan media lain. Adapun karakteristik media video agak berbeda dengan media televisi. Perbedaan itu terletak pada penggunaan dan sumber. Media video dapat digunakan kapan saja dan kontrol ada pada pengguna, sedangkan media televisi hanya dapat digunakan satu kali pada saat disiarkan, dan kontrol ada pada pengelola siaran. Namun secara umum kedua media ini mempunyai karakteristik yang sama, sebagai berikut.

  • Menampilkan gambar dengan gerak, serta suara secara bersamaan.
  • Mampu menampilkan benda yang sangat tidak mungkin ke dalam kelas karena terlalu besar (gunung), terlalu kecil (kuman), terlalu abstrak (bencana), terlalu rumit (proses produksi), terlalu jauh (kehidupan di kutub) dan lain sebagainya.
  • Mampu mempersingkat proses, misalnya proses penyemaian padi hingga panen.
  • Memungkinkan adanya rekayasa (animasi).

Jika video itu digunakan dalam “proses pembelajaran” dalam pengertian untuk mendukung kegiatan instruksional maka karakteristik video pembelajaran adalah sebagai berikut.

  • Dengan Video mampu memperbesar obyek yang kecil
  • Dengan teknik editing, gambar yang dihasilkan bisa dikloning
  • Video mampu memanipulasi tampilan gambar. Contoh objek pada masa lampu dapat dimanipulasi dengan kejadian masa sekarang.
  • Video mampu dibuatkan still image, dengan melakukan penyimpanan dengan durasi beberapa saat
  • Video pembelajaran terbukti dapat menarik perhatian siswa. Hasil riset membuktikan bahwa video pembelajaran mampu mempertahankan perhatian siswa selama 1-2 jam ketimbang mendegar ceramah yang berlangsung antara 25-30 menit.
  • Dengan video mampu ditampilkan objek peristiwa yang segera (immediacy) atau kekinian.

Oleh sebabnya, untuk menyediakan video pembelajaran dan menyelenggarakan siaran televisi pendidikan ini diperlukan sebuah materi siaran berupa rekaman video yang harus memenuhi kriteria yang sesuai dengan sasaran, yaitu untuk peserta pendidikan. Proses pembuatan materi siaran harus memenuhi kaidah tertentu yaitu dengan prinsip-prinsip teknologi pembelajaran. Untuk itulah berbagai pihak termasuk guru, perlu memiliki pengetahuan cara membuat video/siaran televisi pembelajaran.

  1. Apa Keuntungan dan kelebihan video?

Adapun media video/televisi pembelajaran ini juga mempunyai kelebihan dan kekurangan.

•  Kelebihan

–        Dapat menstimulir efek gerak

–        Dapat diberi suara maupun warna

–        Tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajiannya

–        Tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya

–        Dapat diputar ulang, diberhentikan sebentar, dan sebagainya (video)à control pada pengguna.

•  Kekurangan

–        Memerlukan peralatan khusus dalam penyajiannya

–        Memerlukan tenaga listrik

–        Memerlukan keterampilan khusus dan kerja tim dalam Pembuatannya

–        Tidak dapat diputar ulang (siaran televisi) à kontrol pada pengelola.

–        Sulit dibuat interaktif (khusus siaran langsung siaran televisi interaktif melalui telepon/sms).

–        Dan lain sebagainya.

  1. Bagaimana Komposisi Gambar Video (shoot)

Komposisi Gambar dalam video adalah bagaimana gambar diletakkan pada frame. Konsep ini sering dikenal dengan istilah framing.

  • Teknik Framing adalah teknik sangat subyektif. Apa yang kita cari adalah beberapa panduan yang diterima kalangan industri. Anda harus menggunakan berbagai aturan praktis.
  • Aturan susunan gambar video pada dasarnya sama dengan  untuk fotografi.

Jangan lupa, gambar adalah semua tentang komposisi. Daripada menunjuk kamera di subjek, Anda harus menggunakan gambar. Seperti yang disebutkan sebelumnya, penyusunan adalah proses membuat komposisi.

. Beberapa komposisi gambar yang sering digunakan pada video adalah sebagai berikut.

Frame dibagai sembilan
Selaraskan posisi gambar pada frame video sesuai kondisi dilapangan. Misalnya Tiang bendera yang vertikal atau tempat duduk yang horisontal jangan ditempatkan secara diagonal
Komposisi yang sering digunakan adalah menempatkan gambar pada posisi 1/3 atau 2/3 dari luas frame.
Head room atau ruang kosong yang tersisa disesuaikan dengan posisi subyek. Jangan terlalu banyak ruang kosong pada frame. Komposisi yang bagus disamping berlaku untuk subyek yang dibidik, juga berlaku untuk semua latar belakang yang dibidik.

                                                     (Sumber Arya Oka, 2008)

  1. 5.        Bagaimana Ukuran Gambar Bidikan (Shot)?

Ukuran gambar yang dibidik adalah ukuran-ukuran yang berlaku dalam pengambilan gambar. Istilah ini sepadan dengan tipe shot. Ada beberapa kesepakatan yang menjadi acuan dalam video/film. Ukuran ini juga berlaku pada dunai fotografi. Pada contoh yang disajikan titik fokus obyek adalah ” seorang anak kecil ”

Ada konvensi umum dalam industri  video dalam hal  memberikan nama yang paling umum untuk jenis gambar. Nama-nama mereka untuk arti yang tepat  dapat bervariasi, tetapi contoh berikut memberikan pandangan dasar menuju pada standar panduan. Dasar gambar yang dirujuk ke dalam hal yang berkaitan dengan subjek. Misalnya, “menutup” telah menjadi sesuatu pandangan arti   dekatnya  seseorang dari bidikan (kamera) dapat juga digambarkan sebagai luas tembakan dari wajah, atau yang sangat luas tembakan dari hidung.

Subjek di semua gambar berikut adalah gadis muda berdiri di depan rumah.

EWS (Extreme Wide Shot)
Dalam EWS, tampilan sangat jauh dari subjek  bahkan subyek tidak terlihat. Sudut tembakan ini adalah untuk menampilkan lingkungan dari  subjek. EWS yang sering digunakan sebagai pembentukan tembakan – tembakan pertama dari modus bidik baru, yang dirancang untuk menampilkan pemirsa di mana tindakan sedang berlaku.
VWS (Very Wide Shot) VWS
VWS  jauh lebih dekat dengan subjek.  Dia (hanya) terlihat di sini, tetapi penekanan masih menempatkan dia di lingkungan.  Ini juga berfungsi sebagai pembentukan tembakan. Perhatikan seorang gadis belum bisa dikenali apakah dia perempuan atau laki-laki, anak-anak atau dewasa.
WS (Wide Shot)
Dalam hal ini, kaki  gadis itu yang hampir di bagian bawah bingkai, dan sekarang sudah hampir di atas.  Subjek Jelas, subjek tidak mengambil seluruh lebar dan tinggi frame, karena ini adalah  seperti yang kita mendapatkan subjek  tanpa kehilangan bagian dari apapun. Kecilnya jumlah ruang di atas dan di bawah subjek dapat dianggap keselamatan subjek, jika Anda tidak ingin memotong bagian atas kepala. Ia juga tidak nyaman jika dia melihat kaki dan kepala yang tepat pada bagian atas dan bawah bingkai.
MS (Middle Shot)
MS menunjukkan beberapa bagian dari subjek secara rinci, sementara masih cukup untuk menunjukkan kepada pemirsa yang merasa seakan-akan mereka cari di seluruh subjek. Bahkan, ini adalah perkiraan bagaimana Anda akan melihat orang “dalam detail yang jelas” jika Anda memiliki tampilan untuk wawancara. Tampilan ini terbaik dilakukan.
MCU (Medium Close Up)
Setengah jalan antara MS dan CU.  Tembakan ini menunjukkan wajah lebih jelas.
CU (Close Up)
Dalam Cu, fitur tertentu atau bagian dari subjek menghuni seluruh bingkai. Sebuah pengambilan lebih dekat dari seseorang ini, berarti menutup wajah mereka.
ECU (Extreme Close Up)
ECU seperti gambar di sebelah kiri dan menunjukkan ciri amat terperinci. Untuk orang, ECU yang digunakan untuk menyampaikan emosi.
CA (Cutaway)
A cutaway adalah  bidikan yang biasanya  selain sesuatu tindakan saat ini. Dapat subjek yang berbeda (misalnya kucing ini), sebuah CU yang berbeda dari bagian dari subjek (misalnya CU dari subjek tangan), atau hanya tentang apa lagi. CA digunakan sebagai “buffer” antara gambar (untuk membantu proses editing), atau untuk menambahkan bunga / informasi.
Menunjukkan beberapa bagian dari subjek secara rinci.
 

                                                     (Sumber Arya Oka, 2008)

Tipe Shots:

Senada dengan diatas ada beberapa tipe pengambilan gambar atau gambar yang dihasilkan dari sebuah kamera dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Close-Up  (CU)
  • Big Close-Up (BCU) / Extrim Close Up
  • Medium Close Up  (MCU)
  • Long shot (LS)
  • Medium Long Shot(MLS)
  • Full Shot

          1.6  Istilah apa saja yang Penting dalam Video?

Dalam produksi film video, sering menemukan beberapa istilah yang sangat penting untuk diketahui. Istilah-istilah itu adalah sebagai berikut.

Naskah video

  • Beberapa prinsip dalam penulisan naskah video/televisi meliputi rancangan/desain program, bentuk fisik naskah, relasi unsur visual audio, isi program dan tata tulis.
  • Storyboard. Storyboard papan cerita yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perencanaan video
  • Model Naskah Video. Beberapa model naskah video menurut Sutrisno (1993) adalah skenario, screenplay, script, scene, sequence dan shooting script.
  •  Skenario adalah cerita dalam bentuk rangkaian sekuen dan adegan-adegan, namun tidak dalam rincian. Istilah ini sinonim dengan screenplay
  • Screenplay adalah garis besar cerita atau bentuk naskah, meskipun jarang merinci cara-cara suatu versi perekaman atau shooting shooting.
  • Script adalah istilah yang merupakan suatu script (naskah) yang berisi spesifikasi suatu penyajian dalam setiap medium
  • Scene adalah istilah sama dengan adegan yang maksudnya sama dengan paragraf dalam karya literatur. Scene adalah pengambilan shot tunggal atau lebih dari suatu lokasi dan  tindakan yang sama.
  • Sekuen adalah  serangkaian pengambilan gambar film video yang disambung menjadi satu, sehingga membentuk suatu cerita. Bagian dari suatu acara film atau televisi
  • Shooting script adalah naskah tertulis yang berisikan adegan-adegan pengambilan gambar yang dipisah-pisahkan dan masing-masing pengambilan gambar tadi diberi nomor, dan menyebutkan pula perintah-perintah teknis pengambilan gambar yang pasti. Biasanya uraian pengambilan gambar diletakkan pada kolom sebelah kiri dan  dan suara sebelah kanan, seperti apa yang terlihat pada kamera script (naskah kerja kamera).
  1. Apakah Format Video itu!

Sutisno (1993) memaparkan, Istilah format dapat diartikan sebagai berikut.

  • Berarti ukuran, dalam hal ini berkaitan dengan ukuran pita video, misalnya format 1 inch dan ¾ inch
  • Diartikan sebagai nama pita studio, misalnya format beta, VHS dan u-matic
  • Digunakan juga untuk menyebut kualifikasi pita kaset, seperti: format lowband dan highband

 

Tabel 1.2 berbagai format Video (sumber: Arya Oka, 2008)

Sony 8mm , Video8 , Hi8 , Digital8 8mm, Video8, Hi8, Digital8 ,8mm video merujuk ke kelompok tiga format video: Video8, Hi8 dan Digital8. Format, diperkenalkan oleh Sony, dipasarkan dalam sejarah awal dari kemunculan awal Camcoder.
Digital Video Compressed CCIR-601 untuk broadcast tv.
Beta , Betamax , Betacam , Betacam SP , Betacam SX , Digital Betacam Beta, Betamax, Betacam, Betacam SP, Betacam SX, Digital Betacam
DV , MiniDV , DVCAM , DVCPRO , DVCPRO50 , DVCPRO HD , HDV DV, MiniDV, DVCAM, DVCPRO, DVCPRO50, DVCPRO HD, HDV , MiniDV dan Digital8 (D8) adalah format pita video untuk konsumen dan semi pro-pasar. MiniDV direkam pada pita milik format, D8 dapat direkam pada baik 8mm atau Hi8 tape D8 juga memungkinkan  Camcoder memutar ulang kaset direkam dalam 8mm atau Hi8 modus. Kaset MiniDV  lebih kecil, sehingga MiniDV Camcorder cenderung lebih kecil dan ringan daripada D8.
DVD DVD , Blu-Ray , HD-DVD , HD-VMD , CH-DVD DVD, blu-Ray, HD-DVD, HD-VMD, CH-DVD
HDTV HDTV , 1080i , 1080p HDTV, 1080i, 1080p ,1080i adalah salah satu HDTV format. memiliki 1080 baris “resolusi vertikal”, yaitu 1080 piksel dari atas ke bawah. 1080i video biasanya memiliki 1920 baris horisontal resolusi, sehingga total ukuran gambar 1920×1080 piksel dan aspek rasio 16×9. Ada beberapa variasi; misalnya, HDV memiliki resolusi 1440×1080 tetapi menjaga aspek rasio widescreen dengan menggunakan segi empat piksel.
MPEG , MPEG-4 MPEG, MPEG-4 , MPEG merupakan rangkaian video standar yang ditetapkan oleh Ahli Group (MPEG)MPEG-1 Disetujui November 1991
Kira-kira berkualitas VHS , yang umum digunakan untuk video CD (VCD) dan CD-ROM.MPEG-2

Disetujui November 1994
Kualitas DVD, umumnya digunakan untuk DVD, televisi digital, set-top box, dll

MPEG-4

Disetujui Oktober 1998
digunakan dalam berbagai aplikasi termasuk Internet, ponsel dan televisi.

MPEG-7

Saat ini Dalam Pembangunan
Sebuah deskripsi standar untuk pencarian dan audio visual dan konten.

Quicktime Quicktime , QuickTime adalah teknologi multimedia yang dikembangkan oleh Apple Computer dan pertama diluncurkan pada tahun 1992 (setahun sebelum Video untuk Microsoft Windows). Ia telah berkembang menjadi sebuah platform serbaguna, mampu menangani video, audio, animasi, teks, musik, dan realitas virtual (VR) Panoramas.
RealMedia RealMedia
VHS , VHS-C , S-VHS , S-VHS-C , D-VHS VHS, VHS-C, S-VHS, S-VHS-C, D-VHS
Windows Media, WMA files (Windows Media Audio)  File WMA (Windows Media Audio) sangat mirip dengan file WMV kecuali mereka hanya berisi audio
Catatan:
Setiap kamera yang anda beli atau miliki pasti telah disertai buku petunjuk dan spesifikasi teknis. Gunakan informasi yang penting ini untuk meningkatkan kemampuan dasar operasi kamera anda.

Sumber: mediacollege, newzealand

Sedangkan jenis program baik untuk televisi dan video dikatagorikan dalam empat jenis, yakni: informasi, kebudayaan, pendidikan dan hiburan.

Format jenis program televisi dan video dapat diklasifikasikan seperti tampak tersaji pada Tabel 1.1

 Tabel 1.1 Format Jenis Program Televisi/Video

Klasifikasi

Jenis Program

  1. Tempat & waktu produksi
    1. Program studio
 Program film/video diluar studio (bisa in atau outdoor)
  1. Jumlah penampil dan alokasi waktu
Format Sederhana Format Kompleks
  • Ceramah
  • Video on sound
  • Diskusi
  • Wawancara/interview
  • Dokumenter (berita, historis, biografi, musical)

 

  • Feature
  • Majalah
  • Drama (drama boneka,drama televisi)

 

  1. 2.        Pilih Format Film atau Video?

Hingga periode 1980an, perbedaan format memunculkan kelompok-kelompok film dan video. Kelompok film menggunakan pita seluloid nyaris tak pernah menyentuh ranah video. Sementera itu kelompok video menghasilkan karyanya tanpa pernah mengenal film.  Selama dua puluh tahun terakhir teknologi berkembang sangat cepat, sehingga kedua kelompok ini melebur menjadi satu dalam memproduksi film.

Video tidak seperti film dengan pita seloluidnya, format video berbahan dasar pita magnetic yang mulai dikenal luas di seluruh dunia pada paruh kedua periode 1970an, baik untuk keperluan professional seperti televisi maupun keperluan pribadi.  Pita magnetic yang terdapat dalam kaset video dapat merekam gambar dan suara dengan baik, sementara film hanya dapat merekam gambar, lalu suaranya dapat direkam dengan alat yang lain semisal Digital Audio Tape (DAT).

Kelemahan sistem analog video membuat pemakaian video untuk keperluan professional terhambat. Diperiode tahun 1960-1980, nyaris semua stasiun televisi di dunia (termasuk TVRI) menggunakan kamera 16 mm untuk merekam program acaranya. Mereka juga memiliki mesin editingnya, hal ini tidak ditemui distasiun TV nasional yang baru beroperasi di Indonesia era 1990an.

Seperti juga film, video memiliki berbagai format yaitu U-matic, Betacam SP, Digital Betacam, Betamax, VHS, S-VHS, MiniDV, DV, DVCam dan DVCPRO.

Sementara itu untuk keperlua pribadi format video kerap dipakai menggunakan alat yang popular dikenal sebagai handycam. Betamax dan VHS adalah jenis awal tontonan video dirumah (home video). Karena Betamax tidak lagi diproduksi, maka VHS adalah satu-satunya plihan. Lalu disempurnakan dengan kemunculan S-VHS. Kendati S-VHS lebih bangus dari VHS namun masih kalah jika dibandingkan dengan Betacam SP.

Seiring dengan perjalananan waktu, kemudahan pengoperasian kamera juga menjadi pertimbangan, terlebih bagi orang awam. Semenjak tahun 1995, pasar dunia mulai dibanjiri oleh teknologi DV (digital video). Salah satu ciri dari teknologi ini adalah digunakannya CCD (charge couple device). CCD adalah chip elektronik yang peka cahaya. Tugasnya adalah mengubah cahaya yang masuk menjadi sinyal digital untuk kemudian disimpan kedalam pita bentuk sinyal video.

Format video yang masuk katagori DV adalah Mini DV, DV, DVCam dan DVCPro. Teknologi Mini DV, DV, DVCam di Indonesia dipopulerkan oleh Sony, sedangkan DVCPro oleh Panasonic. Kualitas lebih baik bisa diperoleh dari jenis DV, dengan ukuran kamera dan kaset yang lebih besar dibandingkan mini DV. Ketimbang mini DV, DV bisa merekam gambar dengan lebih tajam. Kemudian DVCam datang menyempurnakan DV. Dengan ukuran dan kamera yang lebih kecil dan ringan dari Betacam, DVCam mampu menghasilkan gambar yang boleh dibilang setara dengan Digital Betacam. Selain soal jenis, kompabilitas antar format juga perlu dipertimbangkan. Lalu, pilih film atau video? Hal ini sangat tergantung pada public yang ingin dijangkau, biaya, bahan baku, kualitas dan waktu.

  1. 3.        Apakah Cahaya Pencahayaan itu?

Salah satu hal yang sangat penting dalam dunia fotografi, film dan video khususnya dalam konteks produksi film video adalah cahaya. Fotografi, film dan video berbahan baku cahaya, tanpanya gambar tidak akan terekam dengan baik.

Sumber cahaya, Semua video menggunakan beberapa jenis lampu, bisa jadi dengan cahaya alam  (dari matahari) atau lampu artifisial. Tujuan  pencahayaan video  adalah untuk  memilih  dan mendapatkan visualisasi obyek yang terbaik

Contrast ratio adalah perbedaan kecerahan antara terang dan gelap bagian gambar.

Lampu Kamera-mount,  adalah cahaya yang mudah, serbaguna untuk solusi yang digunakan oleh amatiran dan profesional pada dasarnya sama.

Bab II atau lengkapnya, sabar Ya, masih di konvert dalam PDF. Nanti pasti di unggah!

2 Tanggapan to “Pengembangan Media Video”

  1. muryajaya Says:

    pak saya muryajaya peserta workshop yang berakhir tanggal 17 september 2012, saya tunggu post bab 2 nya pak sebagai pedoman mengajar multimedia di sekolah, terima kasih……….

  2. oka Says:

    materinya ada di teori dan praktek video pak mur, download ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: