B.5 PENGEMBANGAN


 

 

Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan mengevaluasi proses dan sumber untuk belajar[1]. Salah satu kawasan yang dibahas dalam kesempatan ini adalah kawasan pengembangan. Mengapa kawasan pengembangan ini penting, sub-sub apa saja yang menjadi bagian dari kawasan ini, landasan teori kawasan pengembangan dan isu penelitian kawasan pengembangan serta analis krisis dari implementasi kawasan pengembangan dalam dunia pendidikan/pembelajaran, merupakan cakupan yang tersaji secara terbatas pada tulisan ini.


[1] Barbara B. Seels,  & Rita  C. Richey. 1994. Teknologi Pembelajaran. Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No.12

  1. PENDAHULUAN

Akar dari kawasan pengembangan adalah produksi media. Selama puluhan tahun kemampuan media telah mempengaruhi perkembangan kawasan pengembangan. Kemampuan media sebagai tonggak dalam sejarah kawasan adalah film. Film digunakan dalam pembelajaran sejak tahun 1930an. Tabel dibawah ini mendeskripsikan perkembangan media dalam teknologi pembelajaran.

Tahun Media  
1930an Film Untuk kebutuhan pelatihan militer
Setelah PD-II Televisi
Akhir 1950an-Awal 1960 Pembelajaran Terprogram
1970 Computer
1980 Computer base
1990 Multimedia
 
  1. KAWASAN PENGEMBANGAN DAN SUB-SUB KAWASAN

Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain kedalam bentuk fisik. Identifikasi  dan penjelasan ciri kawasan pengembangan dapat dilakukan dengan  adanya ;

  • Pesan yang didorong oleh isi;
  • Strategi pembelajaran yang di dorong oleh teori; dan
  • Manifestasi fisik dari teknologi-perangkat keras, perangkat lunak dan bahan pembelajaran.

Teknologi sebagai ciri yang terakhir adalah tenaga penggerak dari pengembangan. Dari sinilah kita dapat merumuskan berbagai jenis media dan karakteristiknya. Organisasi dari kawasan pengembangan terdiri dari  (1) teknologi cetak, (2)teknologi audiovisual, (3) teknologi berasaskan komputer, (4) teknologi terpadu[1]. Karena kawasan pengembangan mencakup desain, produksi dan penyampaian, maka suatu bahan dapat didesain dengan satu teknologi, diproduksi dengan media lain dan disampaikan dengan teknologi yang lain

Kata desain dalam kontek desain teknologi memiliki pengertian desain sistem pembelajaran yang bersifat makro yang terdiri dari (1) identifikasi tujuan-tujuan umum, (2) Isi, (3) dan tujuan-tujuan khusus. Desain pembelajaran mikro ( menentukan dan mengurutkan kegiatan, aplikasi khusus, desain layar)

1.1   Teknologi Cetak

Teknologi cetak adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan, seperti buku-buku dan bahan-bahan visual yang statis, terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis[1].

Sub kategori ini mencakup representasi dan reproduksi teks, grafis dan fotografis. Dua unsur penting dalam teknologi cetak adalah bahan teks dan bahan visual. Kedua bahan ini dikembangkan bergantung pada teori visual, teori membaca pengolahan informasi oleh manusia dan teori belajar.

Selanjutnya karakterisitik dari teknologi cetak/visual[2] adalah sebagai berikut :

  1. Teks dibaca secara linear
  2. Teknologi visual direkam menurut ruang
  3. Keduanya memberikan komunikasi satu arah yang pasif
  4. Keduanya berbentuk visual yang statis
  5. Pengembangan sangat tergantung kepada prinsip-prinsip linguistik dan persepsi visual
  6. Keduanya berpusat pada pebelajar
  7. Informasi dapat diorganisasikan dan distruktur kembali oleh pemakai

1.2   Teknologi Audiovisual

Teknologi  Audiovisual  adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan, dengan mempergunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual

Sedangkan pembelajaran audiovisual adalah produksi dan pemanfaatan bahan yang menyangkut pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eksklusif tidak selalu harus tergantung pada pemahaman kata-kata dan simbol-simbol sejenis.

Karakteristik dari teknologi audiovisual[3] adalah sebagai berikut :

  1. Bersifat linear;
  2. Menampilkan visual yang dinamis;
  3. Secara khas digunakan menurut cara yang sebelumnya telah ditentukan oleh desainer;
  4. Cendrung merupakan bentuk reprensetatif fisik dari gagasan yang riil dan abstrak;
  5. Dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip psikologi tingkah laku dan kognitif; dan
  6. Sering berpusat pada guru, kurang memperhatikan interaktifitas pebelajar.

Contoh media ini adalah film. Baik film diam (slide) maupun film rangkai bergerak. Sedangkan televisi merupakan teknologi yang unik yang menjembatani teknologi audiovisual, komputer dan integrated.

1.3   Teknologi berbasis Komputer

Teknologi berbasis komputer adalah cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan mempergunakan perangkat yang bersumber pada mikroprosesor. Pesan atau konten pembelajaran ditampilkan pada layar monitor dimana teknik produksinya berbasis komputer dengan sinergi berbagai macam authoring tools dalam pengembangannya. Contoh produknya seperti CAI. CBL, CBI dan CMI.

Karakteristik dari teknologi komputer adalah :

  1. Digunakan secara acak dan linear
  2. Digunakan sesuai keinginan pebelajar dan perancang
  3. Gagasan diungkapkan dengan kata, simbol dan grafis
  4. Dalam pengembangan digunakan prinsip ilmu kognitif
  5. Berpusat pada pebelajar

1.4   Teknologi Terpadu

Teknologi terpadu adalah cara-cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan berbagai jenis media yang dikendalikan komputer.Dalam produksinya masih tetap menggunakan komputer, produknya bisa diinstal mandiri dalam server komputer atau disalurkan melalui teknologi jaringan. Fakta yang ada sekarang, pembelajaran berbasis elektronik seperti elearning adalah wujud implementasi dari teknologi terpadu ini. Hypermedia yang merupakan sinergi antara hypertext dengan multimedia akan menjadi flatform yang menjanjikan dimasa mendatang.

Pembelajaran dengan teknologi terpadu ini, memiliki karakteristik :

  1. Dapat digunakan secara acak dan linear
  2. Dapat digunakan sesuai keinginan pebelajar dan desainer
  3. Gagasan disajikan mendekati realistik dalam konteks pengalaman belajar, relevan dengan kondisi pebelajar dan dibawah kendali pebelajar
  4. Prinsip kognitif dan kontruktivisme diterapkan
  5. Belajar dipusatkan dan diorganisasikan menurut pengetahuan kognitif sehingga pengetahuan terbentuk pada saat belajar
  6. Bahan belajar tersaji dengan interaktifitas tinggi
  7. Sifat bahan yang mengintegrasikan kata-kata dan tamsil dari banyak sumber media

I.LANDASAN TEORI  DAN PENELITIAN PENGEMBANGAN

Teori-teori yang melandasi dan penelitian yang dilaksanakan sehubungan dengan kawasan penelitian ini , diilustrasikan pada gambar 3 dibawah ini.

Komunikasi

Berpikir visual

Belajar visual

Komunikasi visual

Estetika

TEORI

Media

Desain Teks

Belajar visual

PENELITIAN

Teknologi Cetak

Teknologi Audiovisual

Teknologi berbasis Komputer

Teknologi Terpadu

PENGEMBANGAN

Gambar 3

  1. ANALISIS KRITIS KAWASAN PENGEMBANGAN

Analisis adalah kegiatan menguraikan suatu komponen-komponen. Dalam hal ini adalah menguraikan komponen-komponen dari pengembangan itu sendiri. Komponen pengembangan yang telah terurai seperti pada gambar tiga diatas dicoba dikritisi berangkat dari fakta sebagai tempat beranjak sekarang dengan kondisi yang seharusnya dapat diwujudkan pada kawasan pengembangan. Rangkuman analisis kritis tersebut secara kasar kami dapat disampaikan, antara lain :

  1. Teknologi cetak.
  • Keberadaan buku cetak dan modul belum bisa memfailitasi pebelajar dengan optimal
  • Apa yang dibutuhkan dengan ketersediaan yang ada masih jauh dari harapan.
  • Perlu upaya untuk mendorong setiap pembelajar untuk mengemas buku yang sesuai dengan mata kuliah yang diampu.
  • Kurangnya keterampilan dan teknik pembelajar agar buku menjadi sahabat mahasiswa perlu sentuhan teknologi pembelajaran.
  • Hasil penelitian tentang pengembangan perangkat ajar dan bagaimana menggunakan media dengan menyusun Garis-garis Besar Instruksional Media masih terbatas
  • Pembelajar cendrung media by utilization
  • Penelitian akan efektivitas media dengan pembelajaran yang difasilitasi non media tidak seimbang
  • Pengaruh atribut-atribut media tertentu belum tersentuh melalui penelitian
  • Perhatian terhadap desan teks, kerumitan visual serta isyarat warna masih kurang
  1. Teknologi audiovisual.
  • Bahan ajar yang dikembangkan dengan teknologi ini  masih sangat kurang.

Kendatipun ada media jenis ini berasal dari pihak lain, yang jenisnya belum tentu sesuai dengan kebutuhan.

  • Keterampilan untuk mengembangkan belum ada, fasilitas dan sarana yang belum memungkinkan. Kondisi ini diperparah oleh belum terwujudnya pemahaman lintas jurusan akan kolaborasi disiplin ilmu untuk menghasilkan produk media. Penelitian pengembangan tentang audiovisual barangkali belum ada.
  1. Teknologi berbasis komputer.
  • Media yang dikembangkan dengan teknologi ini baru dikembangkan oleh jurusan yang memang dalam kompetensinya bersentuhan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Masih kurangnya produk media yang standar dan memenuhi instruksional desain, dilain pihak dosen enggan mengembangkan media.
  • Tantang mendesain teknologi interaktif
  • Penerapan kontruktivisme dan teori belajar sosial, sistem pakar, dan aplikasi pembelajaran jarak jauh yang belum tergarap
  1. Teknologi Terpadu.
  • Barangkali teknologi ini paling sulit untuk diwujdukan. Disatu sisi Undiksha adalah universitas konvensional sedangkan teknologi ini berangkat dari paradigma untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dalam proses pembelajaran.
  • Sistem belajar terpadu dengan sistem pendukung kinerja elektronik perlu digagas dan diteliti agar pebelajar belajar berbasis aneka sumber

DAFTAR PUSTAKA

Seels, Barbara B.   &  Rita  C. Richey. 1994. Teknologi Pembelajaran. Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No.12


[1] Ibid, hal-40

[2] Barbara B. Seels,  & Rita  C. Richey. 1994. Teknologi Pembelajaran. Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No.12

[3] Ibid hal-42


[1] Barbara B. Seels,  & Rita  C. Richey. 1994. Teknologi Pembelajaran. Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No.12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: