B.1. Pengantar


Apa dan bagaimana Teknologi Pendidikan/Pembelajaran adalah info yang kami sajikan seputar paparan konsep-konsep Teknologi Pendidikan/Pembelajaran.

Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran adalah frasa yang sepintas cukup membuat “gamang” bagi pembaca umum. Beberapa literatur dan sumber pustaka menyebutkan untuk memperjelas frasa TP, beberapa ahli TP menambahkan kata-kata di tengah frasa Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran. Coba cermati beberapa frasa dibawah ini.

1.Teknologi UNTUK Pendidikan atau Teknologi UNTUK Pembelajaran

2.Teknologi DALAM Pendidikan atau Teknologi DALAM Pembelajaran

3.Teknologi DARI Pendidikan atau Teknologi DARI  Pembelajaran

Dapatkah insan teknolog pembelajaran mengartikan, memahami dan menerangkan sederetan frasa tersebut diatas?

———————————————————————————————————————————————

Mari kita mulai dengan Teknologi UNTUK Pendidikan atau Teknologi UNTUK Pembelajaran

Masih ingat dengan difinisi dan atribut kata teknologi? Jika lupa penulis sarankan untuk hati-hati menterjemahkan kata teknologi. Kata ini bisa diterjemahkan dari makna dasarnya atau makna yang telah diperluas.  Cukup banyak kamus saat ini yang membuat kata teknologi. Kata ini banyak disandingkan dengan kata yang lain untuk melahirkan frase baru. Contohnya, Teknologi Pertanian yang sintaksis sama dengan Teknologi Pendidikan atau pembelajaran. Namun, semua tahu makna, arah dan kajian kedua program studi ini sangat berbeda. Apalagi berbicara Teknologi Nuklir, Teknologi Tepat Guna, dan Teknologi teknologi yang lain.

Teknologi untuk pendidikan, jika dipenggal karena frasanya demikian, frasa teknologi dapat berada diluar konteks. Dengan mengajukan pertanyaan, teknologi apa saja untuk pendidikan? Tentu, jawabannya dapat beraneka ragam. Sebagian besar akan berpendapat perangkat keras dan lunak. Perangkat ini bisa saja televisi, radio dan komputer. Sebagian lagi mungkin dihubungkan dengan alat-alat bantu seperti slide  Projector, infokus atau alat yang lainnya.

Dalam kenyataan sehari-hari, baik pendidik (guru dan dosen), pebisnis, motivator dan profesi yang lainnya sering menggunakan teknologi perangkat keras/lunak untuk menunjang aktifitas menyampaikan pesan sesuai bidang garapannya. Dengan demikian teknologi bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Sedangkan jika teknologi digunakan untuk pendidikan, maka rongsokan mobil yang digunakan oleh siswa esemka untuk belajar mesin dapat dibenarkan. Atau rongsokan komputer digunakan sebagai “media” pembelajaran juga tidak dapat disalahkan. Oleh karenanya, teknologi untuk pendidikan dapat dibatasi pada aspek pendidikan itu sendiri. Artinya teknologi yang hanya diperlukan dan dibutuhkan untuk berlangsungnya pembelajaran (ingat! kata pembelajaran bagi orang TP berarti didalamnya sudah mencakup konsep Teaching dan Learning).

Barangkali kita dapat membuat sebuah daftar teknologi-teknologi yang digunakan dan dibutuhkan dalam proses pembalajaran. Untuk itu cobalah meluangkan waktu untuk sekedar membuat daftar teknologi yang diperlukan dalam pendidikan. Nah, silahkan dibuat dahulu. Jika sudah selesai, cermati lagi dan cobalah ajukan pertanyaan untuk dijawab sendiri.

Misalnya, pembaca menulis Televisi untuk pendidikan. Pikirkan! Bagaimana caranya memanfaatkan televisi untuk pembelajaran didalam kelas?  Bagaimana prosedurnya? Apakah perlu suatu sistem desain pelaksanaan? apakah perlu Rencana Pembelajaran, Apakag metode televisi untuk pendidikan memerlukan orang yang cakap?Lalu,  siapa dia? Apakah cukup TV disetel pada suatau acara pendidikan lalu dibiarkan anak-anak menonton sampai bel becak tanda berakhir pembelaharan berbunyi?

Pertanyaan-pertanyaan diatas baru untuk satu teknologi (perangkat keras) Televisi. Lalu, bagaimana dengan yang lainnya. Setelah mendapat gambaran akan teknologi untuk pendidikan yang sejatinya atas pertanyaan diatas tidaklah mudah untuk dijawab. Dai kesulitan inilah sebenarnya baru akan beranjak untuk mengetahui betapa pentinganya TEKNOLOGI dari PENDIDIKAN agar TEKNOLOGI dalam PEMBELAJARAN dapat berlangsung dengan efektif dan efesien. Oleh karenanya, maka lahirnya teknologi pendidikan/pembelajaran sebagai disiplin ilmu(teori), profesi dan Kawasan Bidang di era untuk memecahkan masalah belajar menjadi sangat penting. Namun, sayang tidak semua orang mengerti dengan Teknologi Pendidikan.

Penulis, berkeyakinan ini masalah waktu saja. Namun demikan usaha untuk menyebarluaskan Teknologi pendidikan/pembelajaran adalah kewajiban moral bagi mereka yang telah mengenyam ilmu teknologi pendidikan/pembelajaran. Sungguh, sangat disayangkan jika mereka ini tidak mampu memberikan informasi yang jelas tentang teknologi pendidikan/pembelajaran.

Pengertian Umum Teknologi

Selama ini kita menganggap bahwa teknologi memang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita terbiasa dan cenderung menganggap teknologi sebagai peralatan dan berkaitan dengan mesin, komputer, dan serba elektronik. Padahal arti teknologi sangat luas dan tergantung peran teknologi itu sendiri bagi manusia. Di sekeliling kita banyak sekali teknologi. Kehadirannya seringkali tidak disadari karena asumsi teknologi biasanya mengacu kepada suatu produk bersifat canggih, seperti computer. Padahal teknologi dapat pula bersifat abstrak, tidak berwujud.

Teknologi menurut Finn, 1960.
Finn, 1960 sebagaimana dikutip oleh Gentry menyatakan, “selain diartikan sebagai mesin, teknologi bisa mencakup proses, sistem, manajemen, dan mekanisme pantauan; baik manusia itu sendiri atau bukan, serta …… secara luas, cara pandang terhadap masalah berikut lingkupnya, tingkat kesukaran, studi kelayakan, serta cara mengatasi masalah secara teknis dan ekonomis”. Dalam hal yang sama, ia mengutip pula konsep Simon (1983) yang berbunyi,“teknologi sebagai disiplin rasional, dirancang untuk meyakinkan manusia akan keahliannya menghadapai alam fisik atau lingkungan melalui
penerapan hokum atau aturan ilmiah yang telah ditentukan”.

Konsep teknologi menurut Saettler
Disamping kedua definisi, pemikiran Saettler tidak jauh berbeda. Beliau mengutip asal katanya – techne, bahasa Yunani, dengan makna seni,kerajinan tangan, atau keahlian. Kemudian ia menerangkan bahwa teknologi bagi bangsa Yunani kuno diakui sebagai suatu kegiatan khusus, dan sebagai pengetahuan. Pendapat Saettler ini mengacu pada konsep itcham, Ia mencantumkan uraian Aristotle tentang techne sebagai penerapan (ilmu) pengetahuan sistematis agar menghasilkan kegiatan (manusia) yang baik.

Konsep teknologi menurut Heinich, et al.
Pendapat Heinich, Molenda, dan Russell, 1993 memperkuat asumsi sebelumnya. Menurut mereka, “teknologi merupakan penerapan pengetahuan yang ilmiah, dan tertata…… teknologi sebagai suatu proses atau cara berpikir bukan hanya produk seperti komputer, satelit, dan sebagainya”. Ketiga pakar ini membedakan antara teknologi/perangkat lunak atau soft technology dengan teknologi/perangkat keras atau hard technology. Selain itu, mereka menyatakan “teknologi sebagai suatu pengetahuan diterapkan oleh manusia untuk mengatasi masalah dan melaksanakan tugas dengan cara sistematis dan ilmiah”.

Sifat Teknologi
Untuk mengenali teknologi serta peranannya bagi manusia, kategorisasi karakter teknologi perlu dicermati.Bagi Heinich, teknologi dianggap sebagai suatu disiplin ilmu yang sistematis dan rasional. Ia merumuskan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh suatu teknologi. Sifat-sifat tersebut adalah :
(1) dapat ditiru, diulang atau diperbanyak (replicability)
(2) diandalkan karena melalui serangkaian ujicoba (reliability)
(3) mudah digunakan dan dilaksanakan untuk mengatasi masalah
(algorithmic-decision making)
(4) dapat dikomunikasikan dan dipantau sehingga teknologi dapat diperbaiki berdasarkan masukan dari orang / pihak lain (communication and control)
(5) berkaitan dengan sifat pertama, berdampak skala – karena pengulangan dan penyebarannya, sehingga dampak baik atau buruk teknologi apat cepat tersebar atau menyusut – (effect of scale).
Jadi, sebenarnya sifat teknologi itu dapat diteliti, diperbanyak, dan dimanfaatkan oleh semua orang. Selain itu, teknologi dapat ‘diciptakan kembali’ (recreate) dan diperbaiki agar teknologi menjadi lebih berguna [Dewi Salma]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: