Catatan Lomba Video Edukasi Dikpora Kodya Denpasar 2014

1-IMG_0603-2Bertempat di Dinas Pendidikan Kota Denpasar, 25 September telah berlangsung ajang lomba video edukasi 2014. Acara yang dibuka oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Pemuda olah raga kota Denpasar, IGN Eddy Mulya.

Tujuan lomna ini adalah (1) Memotivasi siswa untuk memanfaatkan piranti keras dan piranti lunak teknologi informasi dan komunikasi dalam mengembangkan potensi, minat dan bakat, (2) Memotivasi siswa untuk menggunakan piranti keras dan piranti lunak TIK dalam mengembangkan video edukasi dan (3) Melatih dan menyemai jiwa entrepreneur, dalam student entrepreneurship.

Dengan Input Terselenggaranya Lomba Ajang Kreatifitas Siswa SMP, SMA dan SMK melalui Karya Video yang Kreatif dalam jejaring Cyber School Dinas Dikpora Kota Denpasar, diharapkan Keluaran/Outputnya  sebagai Target Lomba adalah:  (1) Terapresiasinya karya-karya siswa terbaik (video edukasi) dari siswa dalam jejaring Cyber School Disdikpora Denpasar, (2)Terdokumentasinya portofolio (Video Edukasi) hasil karya siswa se-Kota Denpasar dan (3)    Ajang pemanasan untuk lomba video edukasi tingkat nasional.

Iklan
Ditulis dalam Info, Pelatihan Media. Tag: , , . Komentar Dinonaktifkan pada Catatan Lomba Video Edukasi Dikpora Kodya Denpasar 2014

Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar di SMP 1 Singaraja

Dalam rangka peningkatan profesional guru berkelanjutan, bertempat di ruang guru SMP Negeri 1 Singaraja diadakan pelatihan pengembangan bahan ajar berbasis ICT pada Sabtu, tanggal 23 maret 2013.

Sebanyak 53 guru SMPN 1 Singaraja mengikuti pelatihan dengan tekun dan antusias. Dengan mendatangkan nara sumber dari Teknologi Pendidikan Undiksha yakni Pak Oka. Pada kesempatan itu nara sumber memberikan pelatihan terintegrasi menyangkut:

suasana-pelatihanLandasan pedagogis pengembangan media pembelajaran, metode pengembangan media, Tip dan trik pengembangan media, Praktikum pengembangan media.

Acara yang dibuka oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Singaraja, sempat mengarahkan agar kegiatan ini tidak berhenti pada saat pelatihan saja. Namun ilmu yang didapatkan harus sering-sering dilatih. Apalagi dengan sertifikasi guru yang telah disandang, maka tidak ada alasan lagi guru tidak memiliki laptop.

Sehingga dengan alat ini, guru ditantang lebih inovatif, kreatif dalam menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi.

Guru SD se-Seririt mengikuti Pelatihan Analisis Konteks

Dikomandoi oleh Kepala UPP, Korwil dan Pengawas SD Se-Kecamatan Seririt kegiatan analisis kontek berlangsung sejak tanggal 13 maret 20012 selama 8 hari. Kegiatan yang diselenggarakan sebagai hasill kerjasama mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan yang saat ini menempuh magang di seluruh kecamatan dan dinas Diknas di Kab. Buleleng.

Guru-guru SD Seririt boleh dikatakan selangkah lebih maju, dengan terselenggaranya kegiatan pelatihan analisi konteks. Dukungan UPP, Korwil dan pengawas , guru-guru serta mahasiswa TP patut diacungkan jempol.

Bagaimana tidak, analisis konteks adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menguraikan suatu pokok atas berbagai bagian dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan esensi masing-masing standar yang selanjutnya dijadikan acuan dalam pengembangan sesuai dengan tuntutan tiap standar.

Mengapa diadakan analisis konteks?

Analisis kontek sangat penting dilakukan, karena;

  • Masih banyak sekolah yang belum melakukan analisis standar isi dan lampiran standarisi tentang SK dan KD mata pelajaran, karena belum memahami pentingnya danketerkaitan hasil analisis dalam penyusunan silabus dan perangkat pembelajaranlainnya;
  • Pada umumnya dalam mengembangkan silabus, guru hanya mengutip SK dan KD padaLampiran Standar Isi (belum melakukan pengkajian/pemetaan kompetensi), karenamereka belum memahami bahwa proses pengkajian dimaksud sangat penting dan bermanfaat untuk merumuskan: indikator pencapaian, materi pokok, kegiatanpembelajaran, metode pembelajaran, penentuan bentuk dan jenis soal, sertasumber/bahan belajar;
  • Belum semua warga sekolah memahami tata cara analisis standar isi dan lampirannya yaitu SK dan KD;
  • Terdapat sejumlah sekolah yang telah melakukan analisis SK dan KD, tetapi belummendokumentasikan secara baik hasil analisisnya, karena mereka belum memahamibahwa dokumen tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumenKTSP;
  •  Belum ada naskah panduan yang dapat dijadikan acuan bagi sekolah untuk melakukananalisis SK dan KD mata pelajaran secara benar dan hasil yang optimal.

Apakah tujuan analisis Konteks?

Untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan esensi masing-masing standar yang selanjutnya dijadikan acuan dalam pengembangan sesuai dengan tuntutan tiap standar;

Apakah Lingkup analisis konteks?

Dalam penyusunan KTSP perlu terlebih dahulu dilakukan analisis konteks yang mencakup analisis:
a. Delapan SNP sebagai acuan dalam penyusunan KTSP (Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pengelolaan, Standar Ketenagaan, Standar, Standar Sarana Prasarana dan Standar Pembiayaan;
b. Kondisi yang ada di satuan pendidikan yang meliputi peserta didik, pendidik dantenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan program-program;
c. Kondisi lingkungan satuan pendidikan (eksternal) misalnya: komite sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial budaya;

Kegiatan yang dilaksanakan dimasing-masing gugus ini, diikuti oleh 54 sekolah SD di kecamatan seririt. Dari pengamatan peserta selama pelatihan, tampak semangat  dan tekun  menyimak  penyajian dari nara sumber yang di sajikan dari Dosen Teknologi Pendidikan, FIP Undiksha.

Ketekunan dan antusias ini terlihat dari peserta karena mereka mendapat teknik analisa penurunan SK/KD menjadi indikator yang selama ini belum pernah mereka dapatkan. teknik membuat tujuan pembelajaran, menurut mereka juga baru dipahami dengan baik setelah mendapat sharing dengan nara sumber.

Setelah pelatihan, akan dilanjutkan pendampingan oleh mahasiswa TP bersama pengawas sekolah dan Korwil di masing-masing SD. Sehingga diharapkan Silbus dan RPP yang ada sekarang ini bisa disempurnakan lagi.

Sharing Pengembangan Konten eLearning di SMAN 3 Denpasar

Berlangsung di Gedung Aula SMAN 3 Denpasar, Kamis (22/12) diselenggarakan workshop Pengembangan Bahan Pembelajaran Berbasis eLearning. Acara yang hari pertama di isi oleh Gde Putu Arya Oka dan hari kedua (Jumat, 23/12) di isi oleh Putu Sudiarta (Bamboomedia).

Memang,  saat ini e-learning menjadi trend dan pembicaraan dimana-mana. Apa yang dilakukan SMA 3 Denpasar untuk melakukan upaya menuju kepada e-learning sudah sewajarnya di nilai positif, tanpa memberikan penilaian secara kuantitatif. Artinya, berbicara eLearning sangat luas. Mulai dari pembangunan prasarana dan  sarana, akses , penyiapan standar mutu dan penyiapan untuk pengelolaannya.

Pengembangan bahan ajar menuju pada konsepsi elearning, tidaklah mudah. Setidaknya menurut Horton (2006), jika akan menuju konsepsi elearning, harus diawal dipahami dahulu jenis-jenis dari elearning.  Jenis-jenis elearning  menurut Horton adalah:

1. Standalone courses

2.Virtual-classroom courses

3.Learning Game and Simulations

4.Embedded Learning

5.Blended Learning

6.Mobile Learning

7.Knowledge Learning

Menurut Horton, hal yang sangat penting dipahami  sebelum konsepsi elearning diterapkan di dunia pendidikan adalah ” start with good instructional design”.

Instructional design atau rancangan pembelajaran adalah dokumen yang dihasilkan melalui beberapa tahapan dengan menggunakan beberapa teori dan model desain yang sudah ada. Kegiatan merancang pembelajaran mutlak dilakukan, hal ini sama halnya dengan seorang arsitek yang mendesain terlebih dahulu sebelum bangunan bisa dibangun. Para perancangan pembelajaran atau sama dengan arsitek akan memastikan, bahwa semua faktor-faktor yang akan menyebabkan suksesnya Proses Pembelajaran dianalisa, yang selanjutnya di tuangkan dalam desain pembelajaran (bersambung..)

Pelatihan Pengembangan Modul dan Kurikulum di SMP4 Pupuan

Berlangsung dari tanggal 18 dan 19 Februari 2011`dilaksanakan pelatihan Pemanatapan pengembangan kurikulum dan bahan ajar modul. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan tanggal 25 dan 26 Desember 2010. Untuk kali ini menghadirkan dua nara sumber dari TP Undiksha, yakni Prof. Dr. A.A. Gde Agung, M.Pd dan Gde Putu Arya Oka.

Berikut rekaman dalam lensa.

Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar di SMPN4 Pupuan

Perkara mengembangkan bahan ajar yang merangsang kognisi anak didik dan menumbuhkan motivasi agar anak-anak belajar dengan interaksi yang optimal, terinspirasi, menyenangkan, menantang serta memotivasi tentunya tidaklah mudah.

Bagi sebagian kalangan membeli buku dirasa sudah cukup, dan tidak perlumengembangkan bahan ajar. Jika ganti kurikulum, tinggal ganti buku saja. Apakah hanya sederhana itu saja, menyelesaikan persoalan bahan ajar.

Padahal, bahan ajar adalah komponen sistem yang sangat penting. Bukan yang penting siapa yang membuat,siapa mengeluarkan dan berapa harganya, namun yang sangat penting adalah apakah konten (isi) dari bahan ajar itu layak dan sesuai dengan kebutuhan anak didik. Jangan-jangan tidak sesuai dengan keinginan siswa-siswi.

oka Pertanyaan yang sederhana adalah ketika kurikulum berganti, bisanya diiringi dengan mengganti komponen-komponen sistem pembelajaran, seperti buku misalnya. Apa harus mengganti buku, tentunya jawaban atas pertanyaan ini bisa ia dan bisa tidak. Yang menjawab ia tentunya ada alasan kuat misalnya kenapa repot-repot kan sudah ada buku ajarnya.

Yang menjawab tidak tentunya ada alasan ingin mengembangkan isi sesuai perkembangan. Yang menjawab tidak memiliki alasan, kalau garis besar program pengajaran sudah dikuasai,maka tinggal memindahkan materi.

lalu, bagaimana mengembangkan bahan ajar yang bukan saja baik, namun juga sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah bersangkutan. Untuk menjawab inilah SMPN 4 Pupuan yang berlokasi di Padangan memberikan pelatihan bagi guru-guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasis ICT.

oka2Dengan mengundang nara sumber dari FIP Undiksha yakni Gde Putu Arya Oka. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari mulaitanggal 22 sampai 23 januari 2011.

Enggan Beranjak

Itulah yang terjadi tatkala peserta guru SMP se-kab Tabanan mempresentasikan bahan ajar berbasis ICT hasil karya (22/12) mereka setelah mendapat tip-tip seminggu sebelumnya.

Bayangkan dari jam 9 sampai jam 5 sore, satupun peserta tidak beranjak dari kursi. Rupanya guru-guru sangat antusias menyaksikan teman-teman mereka tampil. Aneh, memang biasanya guru tampil didepan siswa, sekarang mereka tampil di depan teman-teman mereka.

untuk melengkapi tip-tip presentasi dengan powerpoint silankan unduh pada lingk dibawah ini:

file 1
file 2

Para peserta yang karyanya setelah dipresentasikan mendapat review dari nara sumber. Sebagai penghargaan Kepala Sekolah SMPN 1 Selemadeg menyerahkan hadiah bagi peserta.