Masih pentingkah media pembelajaran?

index

sumber: teamamerika10th.blogspot.com

Analogi yang masih diperdebatkan sampai saat ini adalah perdebatan antara Prof. Clark dan Prof Kozma tentang pengaruh media bagi pendidikan atau pembelajaran. Prof Clark banyak menyoroti kajian manfaat media dari sudut psikologi dengan dukungan hasil riset puluhan tahun. Demikian pula prof Kozma adalah dedengkot media, dimana pandangannya beranjak dari riset-riset media mutakhir, tentunya dengan dukungan riset puluhan tahun juga.

Seperti gambar disamping, pengaruh media terhadap pembelajaran masih diperdebatkan. Analogi pertama adalah media belum ada pengaruh media terhadap pembelajaran. Analogi ini berasal dari Clark yang menganalogikan media tidak ubahnya seperti truk yang membawa nutrisi, dimana yang berpengaruh terhadap “kita” bukan medianya tetapi buah-buahan yang menghasilkan nutrisi.

Analogi Prof. Clark benar. Jika truk ini membawa buah-buah untuk santapan orang-orang maka media memang tidak berpengaruh. Jika dicermati, kata media pada analogi yang dimaksudkan adalah jalan dan gerobak dari buah itu sendiri. Jika merujuk pada definisi media yang generik, media adalah entitas yang dilewati sesuatu, maka jalan adalah medianya. Sehingg analogi media tidak berpengaruh benar adanya dari sudut ini. Masih mempergunakan analogi ini, tujuan truk ini adalah sebagai tempat agar seseorang dapat memperoleh buah segar untuk dimakan. Jadi, tujuan media disini adalah sebagai entitas dari buah agar tujuannya tercapai.

Analogi yang kedua dari prof Kozma juga benar. Bahwa media berpengaruh terhadap pembelajaran atau dalam analogi ini media jalan memberikan andil bahwa truk itu sampai pada tujuan. Tidak mungkin orang membeli buah, lalu memakannya dan menjadi kenyang tanpa media jalan itu sendiri. Inilah perdebatan dengan kajian masing-masing yang sampai saat ini masih dikaji kembali.

Berbicara topik media saat ini sudah sangat meluas dari definisi media secara generik. Tidak seorangpun yang berani mengklaim bahwa media adalah miliknya. Khususnya di dunia pendidikan atau lebih sempit pada pembelajaran. Definisi media, sudah meluas dan bahkan bias.

Media pembelajaran dalam kajian beberapa perspekstif sangat membingungkan. Oleh sebabnya, agar tidak bingung, perspektif media dalam tulisan ini adalah berasal dari perspektif teknologi pembelajaran ( instructional technology).

Dalam perspektif ini, media pembelajaran sangat terkait dengan pesan. Pesan harus didesain, maka ilmu yang mengupas tuntas hal ini adalah instructional massage design atau desain pesan-pesan pembelajaran.

Pesan-pesan pembelajaran di wakilkan dengan berbagai sistem sismbol. Sistem simbol tersebut adalah sistem simbol tek, gambar, audio, audiovisual dan motion.

Contohnya, jika pesan yang ingin disampaikan kepada anak didik adalah tentang matahari, maka kita biasanya menyampaikan pesan matahari tersebut dengan berbagai sistem simbol, sistem yang digunakan bisa seperti  ilustrasi dibawah.

 Simbol Teks  Simbol Gambar  Simbol Audio  Simbol audiovisual/motion
 MATAHARI  matahari  Coba ucapkan kata matahari  

Dari beberapa contoh penyajian pesan matahari seperti ilustrasi diatas, jelaslah bahwa definisi media sangat spesifik dalam berbagai perspektif. Sehingga deskripsi media adalah sebagai berikut:

  1. Jika pesan matahari disampaikan dengan sistem simbol teks maka pesan ini harus menggunakan media sejenis Kertas
  2. Jika pesan matahari disampaikan dengan sismtem simbol grafis, maka pesan ini juga menggunakan media sejenis kertas
  3. Jika pesan matahari disampaikan dengan sistem simbol audio, maka pesan ini mempergunakan media udara yang membawa gelombang frekuensi.
  4. Jika pesan matahari disampaikan dengan sistem simbol audiovido atau motion, maka media yang digunakan adalah media digital seperti komputer, atau cd dengan cdp playernya

Dari deskripsi diatas, maka menjadi jelas apakah yang dimaksud dengan media dari perspektif Teknologi Pembelajaran/Pendidikan. Sebetulnya, sederhana! jika definisi media dikembalikan ke definisi generiknya, yakni media adalah entitas yang dilewati sesuatu. Entitas ini seperti kasus ilustrasi diatas adalah kertas, udara, dan CD. Sedangkan komputer masih terlalu rumit untuk mengidentifikasi yang mana entitasnya.

Lalu untuk apa media dan apa pengaruhnya?

Sekali lagi  media adalah entitas, jadi untuk apa media itu sendiri, sebenarnya adalah sebagai medium bagi suatu entitas yang melewatkan pesan-pesan tertentu. Jika pesan -pesan itu untuk proses pembelajaran, maka media dengan deskripsinya akan membenarkan pendapat Gagne yang mengatakan, “media adalah segala yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan pembelajaran” Sederhana sekali.

apa pengaruhnya?

Kembali ke analogi diatas, kalau disederhanakan: apa fungsi kertas, apa fungsi udara dan apa pula fungsi kepingan CD? maka akan ketemu apa pengaruh dari medium tersebut. pengaruh medium adalah terhadap entitas, yakni pesan. Dan apa pengaruh pesan terhadap peserta didik yang belajar matahari, hanya dapat dijawab melalui riset.

Nah, sekarang riset kecil inilah yang sangat jarang dilakukan atau dalam istilah TP riset media mikro. Judul riset sekarang tentang media selalu ke arah makro, seperti misalnya pengembangan media interaktif. Kalau didebatkan, media adalah medium, lalu media interaktifnya adalah medium yang berinteraksi. Mediumnya yang berintearksi  atau apa pesan-pesan yang harus berinteraksi  dalam kognitif siswa untuk mengembangkan daya nalar peserta didik?

Inilah sebenarnya yang lebih penting dalam kajian media. Bagaimana pesan di rancang, yang dapat  membangun keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik, bukan medianya! Adalah hal yang lebih penting.

Iklan

Bahan Ajar Multimedia

KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis panjatkan ke hadapan Tuhan yang Maha Esa atas selesainya penyusunan buku bahan ajar Teknik Produksi & Pengembangan Multimedia Pembelajaran. Bahan ajar cetak ini disusun untuk melengkapi khasanah buku teks perkuliahan Multimedia di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA).

Pemerintah (Depdiknas) dengan Standar Kompetensi Nasional (SKN), telah melahirkan sebuah dokumen yang patut kita sambuat gembira. Semenjak dimasukkan kurikulum TIK pada tahun 2004 yang mendampingi kurikulum – kurikulum yang lainnya. Sumber-sumber literatur atau dokumen program keahlian Multimedia yang dalam SKN disandingkan dengan Multimedia Audio Visual merupakan pemetaan yang berlaku nasional. Dokumen ini sangat penting mengingat keberagaman persepsi terutama kajian dan sub kajian multimedia yang masih beragam. Oleh karena itu, penulis berpikir hadirnya buku ini tidak terlepas dari upaya untuk mendukung pemerintah dalam mengimplementasikan pemetaan standar kompetensi nasional. Dengan standar ini maka, pengembangan konten multimedia dan audiovisual sudah saatnya dijadikan rujukan. Menurut hemat kami dalam usaha mengapresiasi standar itu harus ada upaya untuk memenuhi unsur materi dari standar kompetensi nasional itu. Oleh karena itu kami berusaha menyusun materi Multimedia disamping digunakan sebagai bahan ajar di Jurusan Teknologi Pendidikan diharapkan juga turut mendukung visi dan misi pendidikan Nasional untuk menciptakan manusia yang cerdas dan kompetitif. Secara khusus buku ini mengangkat hal-hal penting kompetensi Multimedia Audio visual pada bidang pendidikan (Pengajaran). Hal ini didasari oleh harapan-harapan yang lebih besar seperti Depdiknas dalam kata pengantarnya yang menyatakan “– institusi pendidikan di tanah air bisa menyusun suatu materi ajar yang terkoordinasi secara nasional, mulai dari pendidikan menengah kejuruan sampai dengan pendidikan tinggi yang lebih menekankan pada materi-materi ajar kepraktisan yang lebih besar manfaatnya bagi masyarakat Indonesia. Dari jenjang SMK, dilanjutkan ke sistem pendidikan diploma / politeknik, diterapkan materi ajar bidang elektronika yang berkesinambungan sesuai dengan tingkat kesulitannya. Dengan upaya ini, diharapkan bisa diperoleh SDM yang benar-benar memiliki keahlian atau kompetensi yang diperlukan oleh negara dan bangsa.”

Kami sadari literatur yang ada secara khusus untuk dapat dipakai sesuai kebutuhan lembaga di jurusan Teknologi Pendidikan masih sangat kurang, dokumen yang ada dalam bahasa Inggris masih menyisakan masalah akibat penguasaan bahasa asing dan kendala budaya kita.

Buku ini pada mulanya adalah diktat di Jurusan Teknologi Pendidikan untuk mata kuliah Multimedia [TPD6313). Materi dalam buku ini juga diperkaya dari beberapa dokumen baik dari sumber printing oriented maupun screen oriented pada url hasil dari studi lintas sumber di dunia maya. Ditambah pengalaman memangku mata kuliah Multimedia pada Jurusan Teknologi Pendidikan, Siaran Radio Pendidikan , Video Pembelajaran, Pengelolaan Citra, Komputer dan Media Pembelajaran dan Sinetron Pendidikan, maupun pada PJJ PGSD dan Jurusan Bahasa Jepang. Maka jadilah sebuah diklat yang bisa disajikan dalam versi cetaknya. Penyusun mengucapkan terimakasih kepada Universitas Pendidikan Ganesah, khusunya LP3 yang berkomitmen untuk mendorong agar lahir model-model pembelajaran inovatif. Dicetaknya bahan ajar ini dalam kemasan yang lebih baik dengan harapan bahan ajar ini dapat digunakan untuk pemakaian yang luas. Buku ini juga dapat digunakan oleh siapapun yang ingin bekerja pada lingkungan konten multimedia dan broadcasting.

Sebagai sebuah karya manusia, tentu buku ini masih banyak mengandung kelemahan. Maklumlah tidak ada gading yang tidak retak. Karena itu penyusun menerima dengan senang hati segala kritik dan saran demi perbaikan buku ini pada versi cetak yang akan datang. Anda dapat menuliskan email ke okaeciken@gmail.com, yakinlah segala masukan akan kami gunakan dalam penyempurnaan materi pada versi berikutnya.

Penulis Gde Putu Arya Oka

Ditulis dalam Multimedia. 4 Comments »

Bahan Ajar Teknik Audio

Cover buku teknik Audio

Cover buku teknik Audio

Pengantar, Teknik dan Pengembangan Suara atau sering disebut dengan sound editor merupakan salah satu bagian dari Mata Kuliah Multimedia. Dimana elemen-elemen multimedia yang harus dikuasai sangat padat. Disamping konsepnya, yang penting adalah panduan praktikum yang baik terhadap semua komponen Multimedia yang terdiri dari :

  • Elemen Teks
  • Elemen Gambar/Grafis
  • Elemen Suara
  • Elemen Animasi, dan
  • Elemen Video

Kelima elemen diatas harus mutlak dikuasai untuk memenuhi keterampilan dan kompetensi dari tujuan pembelajaran Editing Suara khususnya dan multimedia umumnya. Dengan demikian diperlukan bahan ajar cetak yang memberikan tuntunan praktis terutama tentang bagaimana teknik editing audio. Namun demikian karena audio juga dipelajari dalam mata kuliah lain seperti Siaran Radio Pendidikan, Video Pembelajaran, maka konsep dan teknik produksi audio/suara bahan ajar ini relevan untuk mata kuliah teresebut.

Tujuan Umum :

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan dapat

I. Memahami Dasar-Dasar Digital Audio

II. Memahai Editing untuk Pemula

III.Mengedit/Memanipulasi audio untuk tugas Perekaman Umum

IV.Efek Suara untuk Pemula

Tujuan khusus :

Mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep editing suara dengan mempergunakan piranti lunak dengan kompetensi minimal diharapkan dapat mengenal dan memahami:

1. Digital Audio

2. Aturan dari Software Audacity

3. Setup, Audio Impor dan Putar

4. Merekam dengan Audacity

5. Pengenalan Edit

6 .Cut, Copy & Paste

7 .Efek Silent, dan Gandakan Split

8 .Efek tool

9 .Editing suara dengan cepat

10 .Edit Lagu

11 .Pemotongan atas Trek Panjang

12 .Virtual Audio dengan Reverbs , dan

13. Memahami teknik Memilih

Ditulis oleh Gde Putu Arya Oka

Ditulis dalam Multimedia. 3 Comments »

Multimedia Pembelajaran

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Sebuah Pengantar & Teknik Pengembangan

Oleh

Gde Putu Arya Oka *

I. KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN

Media merupakan salah isu penting dalam proses pembelajaran. Media juga merupakan pranala utama dalam menjembatani pebelajar dengan pusat dan sumber belajar. Media seringkali menjadi sandaran utama dalam proses pembelajaran konvensional. Dimana dalam proses pembelajaran konvensional, strategi pembelajaran langsung berpusat pada seorang guru didepan siswa dimana guru ini menjadi sumber dan sekaligus menjadi pusat dalam pembelajaran.

Namun perkembangan yang kita alami untuk saat ini dan mungkin juga dimasa mendatang, selalu dihadapkan pada perubahan dengan rotasi yang sangat cepat. Perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan perubahan pada segala lini kehidupan. Lebih-lebih di sektor Pendidikan (pembelajaran). Pengaruh teknologi ini telah menyasar pada perubahan insfrastruktur (jaringan) yang melahirkan pembelajaran berbasis jaringan. Kemajuan piranti keras dan lunak telah juga melahirkan pengaruh yang siginifikan pada perubahan conten dan program mapping sehingga saat ini kerap kita dengar dengan isitlah e-learning, online learning, long Distance learning, teleclassroom, Computer Aided Instruction, Computer Mediated Instruction, Computer Base Training, CMS, LMS sampai pembelajaran berbasis web.

Bagi sebagian orang sangatlah bingung dengan istilah-istilah diatas. Apakah diatas tersebut sebagai model atau strategi dalam pembelajaran? Yang manakah sebagai sistem delivery dalam proses pembelajaran? Yang mana sebagai alat pengelola dalam pembelajaran? Dan yang mana juga sebagai media dalam pembelajaran?

Begitu banyaknya istilah yang ada, sesuai topik kali, maka saya pokuskan pada pembahasan tentang media pembelajaran berbasis multimedia. Namun sebagai gambaran awal untuk memahami media maka perlu sedikit kilas balik tentang ulasan media pembelajaran.

Perkembangan media, menurut Ashby (1971:9) telah menimbulkan dua kali dari empat kali revolusi dunia pendidikan, seperti terlihat pada ilustrasi dibawah ini.

Revolusi ke empat berpengaruh sangat besar pada dunia pendidikan kita saat ini dan kedepan. Sehingga pendapat ekstrim telah muncul dalam fase yang mengindikasikan pendidikan masa depan masyarakat tanpa sekolah. Hal ini didasari oleh asumsi semua pesan dapat disajikan melalui teknologi multimedia yang pada dasarnya mencakup multimedia content dan multimedia broadcasting. Pemikiran itu juga menyuarakan bahwa kegiatan proses belajar – mengajar tidak mungkin mengabaikan media.

Pertayaan kita bersama adalah : apakah kita sudah menggunakan media dalam proses pembelajaran diluar konteks media cetak ?

Oleh karena itu, maka apresiasi tentang media dalam pembelajaran sangat perlu diketahui lebih awal sebelum proses desain, perancangan , produksi dan evaluasi.

Pengertian media

Istilah media merupakan bentuk jamak dari medium secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dalam pengertian ini perlu dicermati apakah media itu statis atau dinamis.

Menurut AECT ( 1972:21)

Media diartikan segala bentuk dan saluran untuk proses transmisi. Dalam definisi ini sebuah media dilihat dari teknologi dari komunikasi dan teknologi dari komputer itu sendiri.

Menurut Olson (1974:12)

Mendefinisikan medium sebagai teknologi untuk menyajikan, merekam, membagi dan mendistribusikan simbol dengan melalui rangsangan indra tertentu, diserta penstrukturan informasi.

Menurut Asosiasi pendidikan Nasional Amerika, dikutif AECT (1979)

Media dalam lingkup pendidikan sebagai salah satu benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat dan didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut.

Commosions on Instructional Technology (1970)

Media lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan pembelajaran disamping guru, buku teks, dan papan tulis

Gagne (1970)

Media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan mahasiswa yang dapat merangsang mahasiswa untuk belajar.

Briggs (1970)

Media pembelajaran adalah sarana untuk memberikan perangsang bagi belajar supaya proses belajar terjadi

Dari pendapat-pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dipergunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali.

Kegunaan Media dalam pembelajaran

Media pembelajaran hasil dari sebuah budaya yang secara jelas untuk proses belajar. Hal ini karena segala proses dari awal sampai selesaianya proses tersebut harus mencerminkan pembelajaran itu sendiri, sebagai suatu usaha yang sadar dan disengaja, bertujuan jelas dan pelaksanaanya terkendali.

Dibawah ini adalah beberapa dari kegunaan media antara lain :

1. Media mampu memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak kita

Kedua belah otak harus dirangsang dengan Audio Visual

2. Mengatasi keterbasan pengalaman siswa

Pengalaman anak-anak berbeda-beda. Teragntung lingkungan oleh karena itu jika siswa tidak mungkin dibawa ke objek yang dipelajari, maka obyek itu yang disajikan kepada siswa.

3. Media dapat melampaui batas ruang kelas

Banyak hal yang tidak bisa dialami oleh siswa , hal ini karena obyek 1). Terlalu besar (candi ), 2) Obyek terlalu kecil, 3). Gerakan yang terlalu lambat, 4) Gerakan yang terlalu cepat, 5) obyek yang dipelajari terlalu kompleks, 6) bunyi-bunyi yang dipelajari terlalu halus, 7) rintangan-rintangan misalnya dalam mempelajari musim.

4. Media memungkinkan adanya interaksi dengan langsung antara siswa dan lingkungan. Mereka tidak hanya diajak ”bicara tentang”, ”membaca tentang” gejala-gejala sosial namun lebih jauh kita ajak untuk berkontak secara langsung dengannya.

5. Media menghasilkan keseragaman pengamatan. Hal ini karena persepsi yang berbeda antara yang pernah melihat, mendengar dan yang mengalami.

6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru

7. Media membangkitkan motivasi dan meransang untuk belajar

8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari suatu yang konkrit maupun yang abstrak. Misal film tentang ”Desa Trunyan”

9. Media memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar mandiri

10. Meningkatkan kemampuan keterbacaan baru (new literacy), yaitu kemampuan untuk membedakan dan menafsirkan obyek, tindakan dan lambang yang tampak, baik yang alami maupun buatan manusia.

11. Media mampu meningkatkan efeks sosial, yaitu kesadaran akan dunia sekitar

12. Media dapat meningkatkan kemampuan ekspresi diri guru maupun siswa

Pedoman Umum Penggunaan Media dalam Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran dapat digambarkan dengan berbagai pola sebagai berikut :

Taksonomi Media Untuk Pembelajaran

Taksonomi adalah pengklasian media berdasarkan ciri-ciri tertentu. Karena media pembelajaran yang banyak digunakan media sebagai komunikasi maka dasar taksonomi yang disampaikan dibawah ini adalah mengacu pada media komunikasi.

Media Penyaji

Yang masuk dalam katagori ini terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu :

1. Grafis, bahan cetak, dan gambar diam

2. media proyeksi diam, contoh : film bingkai (slides), film rangkai (film strip), dan trasparansi

3. Media audio, contoh : kaset, radio, telepon

4. Audio ditambah media visual diam, contoh : film rangkai suara

5. Gambar hidup (film), contoh televisi/video dan film

6. Televisi, contoh : siaran TPI Pendidikan, TV EDU

7. Multimedia, contoh CAI, CBT, IMMI

Media Obyek

Media obyek adalah benda tiga dimensi yang mengandung informasi. Informasi disini tidak dalam bentuk penyajian tetapi melalui ciri fisiknya seperti : ukuran, beratnya, bentuknya, susunannya, warnanya, fusngsinya, dan sebagaimnya.

Media obyek terbagai dalam dua kelompokl, yaitu :

1.Media obyek yang sebenarnya, terdiri dari obyek alami, baik hidup dan mati. Yang kedua adalah obyek buatan manusia

2.Media obyek pengganti, contoh : replika dan mockup

Media Interaktif

Karakteristik penting dari media ini adalah siswa disamping memperhatikan penyajian atau obyek, tetapi dipaksa untuk berinteraksi selama mengikuti pelajaran.

Paling sedikit ada tiga macam reaksi yang dapat diidentifikasi ;

1. siswa berinteraksi dengan sebuah program, contoh mengisi tes

2. siswa berinterkasi dengan mesin, contoh terminal komputer

3. media interaktif, mengatur interaksi antar siswa secara teratur tetapi tidak terpogram

Taksonomi diatas merupakan petunjuk mengenai bentuk rangsangan media dan kegiatan apa yang dilakukan dengan media yang bersangkutan. Strategi yang paling baik adalah memanfaatkan media yang ada dan bukan terletak pada kecanggihan media itu sendiri.

II. PERANCANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Perancangan sebuah produk menjadi produk multimedia agar dapat dimanfaatkan secara optimal haruslah memperhatikan beberapa hal diantaranya :

1. cara belajar audien

2. karakteristik dan budaya personal dari populasi yang dijadikan target

3. karakteristik dari setiap komponen multimedia yang digunakan

4. kelebihan dan kekurangan dari setiap komponen (teks, grafis,sound, animasi, video )

5. Karakteristik yang tidak bisa dipisahkan dari tiap-tiap materi yang disajikan ( perlakuan yang berbeda antar mata pelajaran)

6. pentingnya interaktivitas dan partisipasi aktif pengguna

7. kebutuhan akan tersedianya suatu virtual enviromental (lingkungan belajar virtual) seperti web base application

Unsur-unsur tersebut diatas menjadi pertimbangan pada saat desain atau perencanaan sebuah produk multimedia. Dalam perencanaan ini juga secara komprehensip dicermati dengan baik terutama mengadakan analisis terhadap front analysis. Front end analysis ini terdiri dari :

1. audien analysis

2. technology analysis

3. situation analysis

4. task analysis

5. critical insident analysis

6. objective analysis

7. issue analysis

8. media analysis

9. extand data analysis dan

10. cost analys

Mengutif langkah Newby yang dikembangkan lagi oleh Tropin (2000) maka dalam perancangan produk multimedia berpedoman pada beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut adalah :

1. Analisis

Analisis yang paling berpengaruh adalah analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ini lahir dari persoalan yang ada. Khususnya membuat media pembelajaran untuk suatu mata pelajaran tertentu setidaknya mengacu pada :

· Aspek kurikulum : SK,KD

· Aspek perangkat proses belajar mengajar : RPP

· Program tahunan : penjelasan alokasi waktu

· Program semester

· Silabus

2. Pemilihan Teknologi

3. Strategi pengembangan dan proses

4. Desain/Build /test

Langkah 1 sampai 4 harus dianalisis secara cermat pada tahap perencanaan.

Ada beberapa langkah-langkah yang direkomendasikan dalam proses perancangan multimedia pembelajaran, yang saat ini masih kapabel dapat dijadikan pedoman dalam perancangan. Dibawah ini disajikan langkah-langkah perancangan multimedia pembelajaran baik dalam proses maupun pemilihan media, sebagai berikut :

Model 3. Pemilihan media menurut Modus Belajar Mandiri

Model 4. Life cicle Proses Produksi Multimedia

Proses Pre-Production àProses ProduksiàProses Post Production

III. KEBUTUHAN PIRANTI KERAS DAN LUNAK

Setelah secara konsep proses perecanaan dan juga desain perancangan multimedia telah digarap dengan cermat, maka perlu juga dikaji tentang piranti yang digunakan untuk melakukan proses tersebut. Kebutuhan alat yang sesuai dan tepat sangat mendukung dalam kemudahan kita membuat Multimedia Pembelajaran.

Sebagai gambaran dibawah ini disajikan korelasi antara multimedia conten production dengan multimedia broadcasting. Sehingga dengan data ini dapat ditentukan dan dipilih teknologi apa yang diperlukan dan teknologi dalam pengerjaanya.

Multimedia content Production dan Multimedia Broadcasting

Multimedia Vs Multimedia

Kebutuhan Perangkat Keras

Dalam pembuatan media pembelajaran sangat memerlukan konvergensi piranti dari beberapa kategori dan spesifikasi teknik peralatan yang handal dalam proses produksi media. Komputer yang digunakan dalam pembuatan media pembelajaran setidaknya kita sebut komputer multimedia. Sebuah komputer multimedia ditandai dengan adanya CD ROM dan speaker pada komputer tersebut. Namun spesifikasi komputer multimedia yang menurut pengalaman, komputer dipasaran saat ini sudah cukup handal dalam proses produksi.

Idealnya alat-alat lain yang perlu disiapkan dalam proses produksi adalah, sebagai berikut :

1. Komputer Multimedia

2. Handycam

3. Scanner

4. Kamera Manual atau digital

Sedang piranti lunak atau software yang perlu disiapkan adalah

1. Editor video contoh : ulead, pinnacle, adobe after effect

2. Editor suara contoh : audacyti, soundforge

3. Editor Teks contoh : Macroemdia Dreamweaver, Prontpage

4. Software animasi, contoh : Macromedia Flash

5. Software grafis, contoh : photoshop, coreldraw

6. Authoring tool, contoh : screen flash, macromedia captive

7. Tool image ico

Ketersediaan alat-alat tersebut diatas hanyalah sebagai gambaran yang mana ketersediaan alat-alat pada sekolah masing-masing tergantung situasi sekolah bersangkutan. Namun demikian apabila berkonsentrasi penuh pada upaya menghasilkan multimedia yang berbobot perencanaan pengadaan alat bisa dilakukan secara bertahap. Bahkan dengan alat-alat dan software sederhana saja sebenarnya bisa menghasilkan media pembelajaran. Tergantung pada media yang dibuat. Apakah media yang dibuat beformat sekuensial ( video, televisi) atau interaktif dengan bantuan komputer.

IV. ALUR KERJA PRODUKSI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Dibawah ini kami sajikan sebuah contoh alur dan langkah produksi multimedia pembelajaran interaktif.

MODUL PRAKTEK

Modul praktek telah disertakan dalam CD yang didalamnya ada software yang diperlukan dan animasi tutorial animasi.

V. PENUTUP

Semoga dengan latihan ini ada manfaatnya

——————————————————-——-———————————————————————

· Pengampu Mata Kuliah TIK Jurusan Teknologi Pendidikan – Fakultas Ilmu Pendidikan -Universitas Pendidikan Ganesha

· Tim Pengembang E-learning LP3 Undiksha

· Ketua Litbang APWI Telkom Bali

· Anggota Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel)

· Implementator Program ICT Cluster for Learning Bamboomedia

· https://aryaoka.wordpress.com

· Email : eciken_cv@yahoo.com

· http://tpundiksha.wordpress.com