Mengenal Instructional Design


Desain Pembelajaran ( Instructional Design )

Gerakan psikologi pembelajaran memicu tumbuhnya berbagai teori belajar. Beberapa tokoh kunci telah dipaparkan diatas. Teori belajar yang mendeskripsikan bagimana dan mengapa orang belajar sampai saat ini masih terus digali, seiiring populernya paradigma konstruktisvisme. Teori desain dipicu oleh 1) artikel tahun 1954 dari B.F Skinner The science of learning and the art of teaching disertai tentang teori belajar berpogram, 2) buku tahun 1969 dari Herbert Simon The science of artificial yang membahas karakteristik umum dari pengetahuan preskriptif tentang desain, dan 3) pendirian pusat-pusat desain bahan pembelajaran dan teprogram, seperti Learning Resource and Development Center di univeritas Pittsburgh pada tahun 1960a. Dalam kurun waktu 1960 sampai 1970 Robert Glaser, direktur dari pusat tersebut menulis dan berbicara tentang desain pembelajaran sebagai inti dari teknologi pendidikan (Glaser; Seel, & Richey 1994: 30-31, dalam Prawiradilaga et.al).

Jim Finn dan Leonard Silvern mengatakan bawha pendekatan sistem pembelajaran secara bertahap mulai berkembang menjadi suatu metodologi dan mulai memasukkan gagasan dari psikologi pembelajran. Pendekatan sistem telah memicu timbulnya gerakan desain sistem pembelajaran seperti yang dicontohkan dalam penggunaan proses pengembangan pembelajaran di pendidikan tinggi tahun 1970an (Gustafson & Draton; Seel, & Richey 1994:31, dalam Prawiradilaga, et.al, 2005).

Desain atau perancangan adalah proses untuk kondisi belajar. Tujuan desain adalah untuk menciptakan strategi dan produk pada tingkat makro, seperti program dan kurikulum, dan pada tingkat mikro, seperti pelajar dan modul. Definisi ini sesuai dengan definisi desain sekarang yang mengacu pada penentuan spesifikasi (Ellington dan Haris, 1986; Reigeluth, 1983; Richey, 1986). Berbeda dengan definisi terdahulu definisi ini lebih menekankan pada kondisi belajar bukannya pada komponen-komponen dalam suatu sistem pembelajaran (Wellington, et. al., 1970). Jadi ruang lingkup desain pembelajaran telah diperluas dari sumber belajar atau komponen individual sistem ke pertimbangan maupun lingkungan yang sistematik (Prawiradilaga, et.al, 2005). Desain adalah salah kawasan yang kemunculannya lebih awal dari kawasan pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian. Kawasan desain mempunyai empat sub, yaitu : 1) disain sistem pembelajaran, 2) desain pesan, 3) strategi pembelajaran, dan 4) karakteristik pebelajar (Prawiradilaga, et.al, 2005).

Seel dan Richey (1994) mendeskripsikan desain sistem pembelajaran sebagai prosedur yang terorganisasi yang meliputi langkah-langkah penganalisaan, perancangan/desain, pengembangan, pengaplikasian dan penilaian pembelajaran. Sedangkan desain pesan adalah perencanaan untuk merakayasa bentuk fisik dari pesan (Grabowski, 1991 : 206 dalam Seel, & Richey 1994:31, terjemahan Dewi S. Prawiradilaga, dkk)

Lebih lanjut Seel dan Richey (1994) mengulas bahwa strategi pembelajaran adalah spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa belajar atau kegiatan pembelajaran dalam suatu pembelajaran. Penilitian dalam strategi pembelajaran telah memberikan kontribusi terhadap pengetahuan tentang komponen pembelajaran. Lalu, karakteristik pebelajar lebih lanjut Seel dan Richey menyatakan segi-segi latar belakang pengalaman pebelajar yang berpengaruh terhadap efektifitas proses belajarnya. Dari teori desain pembelajaran ini lalu menimbulkan model desain pembelajaran sebagai pengejawantahan dalam takaran aplikatif.

Dalam desain pembejaran dikenal beberapa model yang dikemukakan oleh para ahli. Secara umum, model desain pembelajaran dapat diklasifikasikan kedalam model beorientasi kelas, model beorientasi sistem, model berorientasi produk, model prosedural dan model melingkar. Model berorientasi kelas biasanya ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: