Masih pentingkah media pembelajaran?


index

sumber: teamamerika10th.blogspot.com

Analogi yang masih diperdebatkan sampai saat ini adalah perdebatan antara Prof. Clark dan Prof Kozma tentang pengaruh media bagi pendidikan atau pembelajaran. Prof Clark banyak menyoroti kajian manfaat media dari sudut psikologi dengan dukungan hasil riset puluhan tahun. Demikian pula prof Kozma adalah dedengkot media, dimana pandangannya beranjak dari riset-riset media mutakhir, tentunya dengan dukungan riset puluhan tahun juga.

Seperti gambar disamping, pengaruh media terhadap pembelajaran masih diperdebatkan. Analogi pertama adalah media belum ada pengaruh media terhadap pembelajaran. Analogi ini berasal dari Clark yang menganalogikan media tidak ubahnya seperti truk yang membawa nutrisi, dimana yang berpengaruh terhadap “kita” bukan medianya tetapi buah-buahan yang menghasilkan nutrisi.

Analogi Prof. Clark benar. Jika truk ini membawa buah-buah untuk santapan orang-orang maka media memang tidak berpengaruh. Jika dicermati, kata media pada analogi yang dimaksudkan adalah jalan dan gerobak dari buah itu sendiri. Jika merujuk pada definisi media yang generik, media adalah entitas yang dilewati sesuatu, maka jalan adalah medianya. Sehingg analogi media tidak berpengaruh benar adanya dari sudut ini. Masih mempergunakan analogi ini, tujuan truk ini adalah sebagai tempat agar seseorang dapat memperoleh buah segar untuk dimakan. Jadi, tujuan media disini adalah sebagai entitas dari buah agar tujuannya tercapai.

Analogi yang kedua dari prof Kozma juga benar. Bahwa media berpengaruh terhadap pembelajaran atau dalam analogi ini media jalan memberikan andil bahwa truk itu sampai pada tujuan. Tidak mungkin orang membeli buah, lalu memakannya dan menjadi kenyang tanpa media jalan itu sendiri. Inilah perdebatan dengan kajian masing-masing yang sampai saat ini masih dikaji kembali.

Berbicara topik media saat ini sudah sangat meluas dari definisi media secara generik. Tidak seorangpun yang berani mengklaim bahwa media adalah miliknya. Khususnya di dunia pendidikan atau lebih sempit pada pembelajaran. Definisi media, sudah meluas dan bahkan bias.

Media pembelajaran dalam kajian beberapa perspekstif sangat membingungkan. Oleh sebabnya, agar tidak bingung, perspektif media dalam tulisan ini adalah berasal dari perspektif teknologi pembelajaran ( instructional technology).

Dalam perspektif ini, media pembelajaran sangat terkait dengan pesan. Pesan harus didesain, maka ilmu yang mengupas tuntas hal ini adalah instructional massage design atau desain pesan-pesan pembelajaran.

Pesan-pesan pembelajaran di wakilkan dengan berbagai sistem sismbol. Sistem simbol tersebut adalah sistem simbol tek, gambar, audio, audiovisual dan motion.

Contohnya, jika pesan yang ingin disampaikan kepada anak didik adalah tentang matahari, maka kita biasanya menyampaikan pesan matahari tersebut dengan berbagai sistem simbol, sistem yang digunakan bisa seperti  ilustrasi dibawah.

 Simbol Teks  Simbol Gambar  Simbol Audio  Simbol audiovisual/motion
 MATAHARI  matahari  Coba ucapkan kata matahari  

Dari beberapa contoh penyajian pesan matahari seperti ilustrasi diatas, jelaslah bahwa definisi media sangat spesifik dalam berbagai perspektif. Sehingga deskripsi media adalah sebagai berikut:

  1. Jika pesan matahari disampaikan dengan sistem simbol teks maka pesan ini harus menggunakan media sejenis Kertas
  2. Jika pesan matahari disampaikan dengan sismtem simbol grafis, maka pesan ini juga menggunakan media sejenis kertas
  3. Jika pesan matahari disampaikan dengan sistem simbol audio, maka pesan ini mempergunakan media udara yang membawa gelombang frekuensi.
  4. Jika pesan matahari disampaikan dengan sistem simbol audiovido atau motion, maka media yang digunakan adalah media digital seperti komputer, atau cd dengan cdp playernya

Dari deskripsi diatas, maka menjadi jelas apakah yang dimaksud dengan media dari perspektif Teknologi Pembelajaran/Pendidikan. Sebetulnya, sederhana! jika definisi media dikembalikan ke definisi generiknya, yakni media adalah entitas yang dilewati sesuatu. Entitas ini seperti kasus ilustrasi diatas adalah kertas, udara, dan CD. Sedangkan komputer masih terlalu rumit untuk mengidentifikasi yang mana entitasnya.

Lalu untuk apa media dan apa pengaruhnya?

Sekali lagi  media adalah entitas, jadi untuk apa media itu sendiri, sebenarnya adalah sebagai medium bagi suatu entitas yang melewatkan pesan-pesan tertentu. Jika pesan -pesan itu untuk proses pembelajaran, maka media dengan deskripsinya akan membenarkan pendapat Gagne yang mengatakan, “media adalah segala yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan pembelajaran” Sederhana sekali.

apa pengaruhnya?

Kembali ke analogi diatas, kalau disederhanakan: apa fungsi kertas, apa fungsi udara dan apa pula fungsi kepingan CD? maka akan ketemu apa pengaruh dari medium tersebut. pengaruh medium adalah terhadap entitas, yakni pesan. Dan apa pengaruh pesan terhadap peserta didik yang belajar matahari, hanya dapat dijawab melalui riset.

Nah, sekarang riset kecil inilah yang sangat jarang dilakukan atau dalam istilah TP riset media mikro. Judul riset sekarang tentang media selalu ke arah makro, seperti misalnya pengembangan media interaktif. Kalau didebatkan, media adalah medium, lalu media interaktifnya adalah medium yang berinteraksi. Mediumnya yang berintearksi  atau apa pesan-pesan yang harus berinteraksi  dalam kognitif siswa untuk mengembangkan daya nalar peserta didik?

Inilah sebenarnya yang lebih penting dalam kajian media. Bagaimana pesan di rancang, yang dapat  membangun keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik, bukan medianya! Adalah hal yang lebih penting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: