Gelisah dan Galau?


Yang tercecer dari PIP-JIP Bandung Kami Pungut Untuk mahasiswa TP

Judul makalah : Reposisi Tren ICT Dalam Bidang Kajian Teknologi Pendidikan Author Edi Subkhan, Pak Dosen Unes

Di kalangan mahasiswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP) pada
umumnya, dan terutama yang secara intens saya perhatikan secara khusus, yakni pada
Program Studi TP di Universitas Negeri Semarang (Unnes), menggejala sebuah kegelisahan
karena Fakultas Teknik mendirikan jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK).

Di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pun agaknya demikian pula,
Fakultas Teknik membuka Jurusan Pendidikan TIK. Lalu saya pikir apa hubungannya
antara TP dan pendirian jurusan Pendidikan TIK?

Bagi saya kegelisahan tersebut sebenarnya tidak berdasar ketika tata nilai pemahaman paradigmatik tentang TP dan TIK
dapat dipahami dengan baik, dan juga diimplementasikan dengan tepat di lapangan.
Kegelisahan tersebut terjadi karena mahasiswa TP merasa khawatir terhadap peluang
kerja mereka akan makin sempit ketika dibuka jurusan pendidikan TIK. Agaknya terdapat
pemahaman bahwa jurusan pendidikan TIK nanti para lulusannya akan mengambil lahan
pekerjaan yang selama ini menjadi wilayah dari lulusan TP. Sementara itu, pada internal
TP sendiri, sampai sekarang masih mengalami “ketidakjelasan” pekerjaan dalam institusi
pendidikan.

Dikeluarkannya Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan)
No. PER/2/M.PAN/ 3/2009 tentang Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi
Pembelajaran dan Angka Kreditnya, yang agaknya menjadi secercah harapan bagi warga
TP untuk turut dapat mengisi formasi guru TIK di sekolah-sekolah, ternyata juga sekadar
menjadi peraturan tanpa implementasi berarti.
Jika dilihat lebih jauh, Peraturan Menpan tersebut pun tidak akan banyak membantu
mahasiswa yang baru lulus, karena memang itu adalah peraturan tentang “Jabatan
Fungsional” yang tidak akan banyak membuka peluang bagi mahasiswa TP yang baru lulus
untuk mendaftar.

Misalnya dapat dilihat pada pasal 3 ayat (2) dinyatakan bahwa, “Jabatan
Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telah berstatus
sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).” Jadi lebih diutamakan atau diprioritaskan pada
mereka yang telah berstatus PNS.

Hal ini dikuatkan pada bab VIII tentang Pengangkatan
dalam Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran pasal 25 ayat (1) bahwa:
Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam Jabatan Pengembang
Teknologi Pembelajaran harus memenuhi syarat: a. Berijazah paling rendah Sarjana
(S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan; b. Pangkat paling rendah
Penata Muda, golongan ruang III/a; c. …

Syarat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a ini jelas menunjukkan bahwa
Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran bukan untuk dilamar oleh para
mahasiswa fresh graduate TP, melainkan –sebagaimana dikuatkan pada pasal 3 ayat (2)–
hanya untuk mereka yang telah berstatus sebagai PNS. Dalam beberapa kesempatan, para
inisiator kebijakan ini memang mengemukakan bahwa dikeluarkannya kebijakan ini adalah
utamanya untuk mengenalkan dan mengesahkan bahwa profesi teknologi pendidikan
masuk dalam formasi kepegawaian negeri.

Hal yang utama adalah: harus ada yang mengurus ranah pekerjaan TP di dalam instansi pemerintah (dalam Peraturan Menpan
tersebut memang tidak terdapat klausul yang secara khusus memberi amanat agar
Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran ini harus ada di sekolahsekolah,
kampus dan sejenisnya). Sebagai sebuah strategi pengenalan ada dan diperlukan
nya TP tentu sah saja, namun jika dianggap dapat memenuhi harapan mahasiswa TP tentu
tidak banyak yang bisa diharapkan dari kebijakan ini.

lebih banyak, klik saja disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: