Student Entrepreneur


National teaching conference telah berlangsung di Bali.  Diselenggarakan oleh universitas Ciputra, NTC ini memberikan semangat baru dalam kerangka menyemai benih-benih entrepreneur dikalangan pendidikan, mulai jenjang taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Foto bareng bersama Pakar entrepeneur

Foto bareng bersama Pakar entrepeneur

Dengan menghadirkan pakar-pakar entrepreneur dari dalam negeri (UCEC) dan luar negeri, training of trainer ini menyajikan atmosfir yang berbeda, khususnya dalam metode pelatihan berbasis entreprenurship di Indonesia.

Banyak hal baru yang disajikan, banyak teknik dan strategi baru di sajikan bagi pegiat-pegiat dunia usaha. Bukan itu saja, pengemasan training ini dengan gaya yang ringan dan menyenangkan menyebabkan waktu 3 hari terasa sangat singkat.

Demikian pula pada jenjang pendidikan tinggi. Gaung dan angin wirausaha saat ini berhembus sangat kencang. Pak Ci mengatakan ”Dulu saya berpikir lewat pendidikan sudah cukup untuk membuat Indonesia makmur. Tetapi kenapa hingga sekarang tetap saja kita terbelakang?

Ternyata tidak cukup menguasai ilmu yang umum saja. Bangsa ini butuh orang-orang yang sanggup mengubah kotoran menjadi emas. Itu ada dalam spirit kewirausahaan,” kata Ciputra. Lebih lanjut, Menurut Ciputra, kewirausahaan itu bisa diterapkan di semua bidang pekerjaan dan kehidupan. Kewirausahaan juga bisa mengatasi banyak persoalan bangsa, terutama kemiskinan dan pengangguran.

Jakob Oetama mengatakan, kewirausahaan bukan berhenti pada persoalan keahlian. ”Kewirausahaan mesti dikembangkan sebagai budaya dalam arti pembentukan sikap dan penanaman nilai-nilai hidup. ”Bangsa ini tidak butuh ornag-orang yang hanya bisa ngomong saja, tetapi butuh orang yang mau bekerja dan berbuat,” ujar Jakob.

Situasi yang sama juga dikatakan oleh Sudrajat Rasyid, “semangat kewirausahaan itu mesti bisa jadi karakter atau budaya semua anak bangsa. Karena itu, perlu rekayasa ulang dalam bentuk pendidikan, pelatihan, serta metode mengembangkan kewirausahaan.

Antonius Tanan, Presiden UCEC, mengatakan, para peserta dalam TOT Entrepreneurship diharapkan bisa menjadi pengusaha dan menjadi pelatih pendidikan kewirausahaan.

Sejalan dengan itu, konsorsium internasional untuk pendidikan kewirausahaan sebagai lembaga nirbala juga mendukung entrepeneur dengan membantu mengeluarkan standar internasional pendidikan kewirausahaan mulai jengang sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Ditulis dalam Opini. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: