Kami tidak mau kampungan!


“Kami tidak mau kampungan”, demikian disampaikan ketua Panitia worskhop penyusunan bahan ajar berbasis ICT yang sekaligus Kepala sekolah SMPN 1 Selemadeg, Tabanan.

Memenuhi undangan Panitia workshop Penyusunan Bahan Ajar Berbasis ICT bagi guru SMP se-Kabupaten Tabanan, yang berlangsung tanggal 15 dan 22 Desember 2010. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengemas bahan ajar interaktif berbasis ICT.

Acara yang dibuka oleh Kadis Dikpora Tabanan dalam kata sambutannya memberikan apresiasi terhadap kesadaran guru dalam mengemas bahan ajar yang memfasilitasi berbagai perbedaan individu.

Ketua Panitia yang sekaligus sebagai kepala sekolah SMPN 1 Selemadeg mengatakan “SMPN 1 Selemadeg berada di kampung,namun kami tidak mau menjadi kampungan” lebih lanjut sang kepala sekolah menyambung “sekolah kami berada di pinggiran, namun kami tidak mau menjadi orang terpinggirkan.

Seloroh kepala sekolah ini memang benar, ICT bukan monopoli sekolah elit, berada ditengah dikota dengan guru guru yang notabene pilihan. Kebanggaan inilah yang ditumbangkan oleh SMPN 1 selemadeg dengan mengundang nara sumber dari FIP Undiksha untuk bersama-sama mengubah bahwa guru mampu untuk berkarya dalam meningkatkan keterampilan mengembangkan bahan ajar yang statis ke bahan ajar yang berbasis ICT.

Peserta berasal dari seluruh smp di Tabanan kecuali ( Marga dan Kediri) berlangsung dengan penuh semangat.

2 Tanggapan to “Kami tidak mau kampungan!”

  1. Wiastra Says:

    Ya pak.. saya juga salah satu peserta pelatihan ini pak. Saya sangat senang memproleh pelatihan seperti ini, karena melalui pelatihan ini banyak hal tentang pembelajaran dan IT saya dapatkan. Terimakasih banyak atas ilmu yang sudah pak share kepada kami…!

  2. gdeputu Says:

    trim pak wi, tetap semangat. guru-guru memang perlu mengembangkan metode dan teknologi-teknologi baru agar anak didik senang belajar. kalau anak-anak sudah senang belajar di kelas, itu adalah kepuasan batin yang tidak terhingga buat guru-guru. teknologi memang tidak bisa mengajar, namun “dengan” teknologi kita bersama-sama teknologi merepresentasi pesan dalam berbagai format.
    selamat!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: