Multimedia Pembelajaran


MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Sebuah Pengantar & Teknik Pengembangan

Oleh

Gde Putu Arya Oka *

I. KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN

Media merupakan salah isu penting dalam proses pembelajaran. Media juga merupakan pranala utama dalam menjembatani pebelajar dengan pusat dan sumber belajar. Media seringkali menjadi sandaran utama dalam proses pembelajaran konvensional. Dimana dalam proses pembelajaran konvensional, strategi pembelajaran langsung berpusat pada seorang guru didepan siswa dimana guru ini menjadi sumber dan sekaligus menjadi pusat dalam pembelajaran.

Namun perkembangan yang kita alami untuk saat ini dan mungkin juga dimasa mendatang, selalu dihadapkan pada perubahan dengan rotasi yang sangat cepat. Perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan perubahan pada segala lini kehidupan. Lebih-lebih di sektor Pendidikan (pembelajaran). Pengaruh teknologi ini telah menyasar pada perubahan insfrastruktur (jaringan) yang melahirkan pembelajaran berbasis jaringan. Kemajuan piranti keras dan lunak telah juga melahirkan pengaruh yang siginifikan pada perubahan conten dan program mapping sehingga saat ini kerap kita dengar dengan isitlah e-learning, online learning, long Distance learning, teleclassroom, Computer Aided Instruction, Computer Mediated Instruction, Computer Base Training, CMS, LMS sampai pembelajaran berbasis web.

Bagi sebagian orang sangatlah bingung dengan istilah-istilah diatas. Apakah diatas tersebut sebagai model atau strategi dalam pembelajaran? Yang manakah sebagai sistem delivery dalam proses pembelajaran? Yang mana sebagai alat pengelola dalam pembelajaran? Dan yang mana juga sebagai media dalam pembelajaran?

Begitu banyaknya istilah yang ada, sesuai topik kali, maka saya pokuskan pada pembahasan tentang media pembelajaran berbasis multimedia. Namun sebagai gambaran awal untuk memahami media maka perlu sedikit kilas balik tentang ulasan media pembelajaran.

Perkembangan media, menurut Ashby (1971:9) telah menimbulkan dua kali dari empat kali revolusi dunia pendidikan, seperti terlihat pada ilustrasi dibawah ini.

Revolusi ke empat berpengaruh sangat besar pada dunia pendidikan kita saat ini dan kedepan. Sehingga pendapat ekstrim telah muncul dalam fase yang mengindikasikan pendidikan masa depan masyarakat tanpa sekolah. Hal ini didasari oleh asumsi semua pesan dapat disajikan melalui teknologi multimedia yang pada dasarnya mencakup multimedia content dan multimedia broadcasting. Pemikiran itu juga menyuarakan bahwa kegiatan proses belajar – mengajar tidak mungkin mengabaikan media.

Pertayaan kita bersama adalah : apakah kita sudah menggunakan media dalam proses pembelajaran diluar konteks media cetak ?

Oleh karena itu, maka apresiasi tentang media dalam pembelajaran sangat perlu diketahui lebih awal sebelum proses desain, perancangan , produksi dan evaluasi.

Pengertian media

Istilah media merupakan bentuk jamak dari medium secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dalam pengertian ini perlu dicermati apakah media itu statis atau dinamis.

Menurut AECT ( 1972:21)

Media diartikan segala bentuk dan saluran untuk proses transmisi. Dalam definisi ini sebuah media dilihat dari teknologi dari komunikasi dan teknologi dari komputer itu sendiri.

Menurut Olson (1974:12)

Mendefinisikan medium sebagai teknologi untuk menyajikan, merekam, membagi dan mendistribusikan simbol dengan melalui rangsangan indra tertentu, diserta penstrukturan informasi.

Menurut Asosiasi pendidikan Nasional Amerika, dikutif AECT (1979)

Media dalam lingkup pendidikan sebagai salah satu benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat dan didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut.

Commosions on Instructional Technology (1970)

Media lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan pembelajaran disamping guru, buku teks, dan papan tulis

Gagne (1970)

Media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan mahasiswa yang dapat merangsang mahasiswa untuk belajar.

Briggs (1970)

Media pembelajaran adalah sarana untuk memberikan perangsang bagi belajar supaya proses belajar terjadi

Dari pendapat-pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dipergunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali.

Kegunaan Media dalam pembelajaran

Media pembelajaran hasil dari sebuah budaya yang secara jelas untuk proses belajar. Hal ini karena segala proses dari awal sampai selesaianya proses tersebut harus mencerminkan pembelajaran itu sendiri, sebagai suatu usaha yang sadar dan disengaja, bertujuan jelas dan pelaksanaanya terkendali.

Dibawah ini adalah beberapa dari kegunaan media antara lain :

1. Media mampu memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak kita

Kedua belah otak harus dirangsang dengan Audio Visual

2. Mengatasi keterbasan pengalaman siswa

Pengalaman anak-anak berbeda-beda. Teragntung lingkungan oleh karena itu jika siswa tidak mungkin dibawa ke objek yang dipelajari, maka obyek itu yang disajikan kepada siswa.

3. Media dapat melampaui batas ruang kelas

Banyak hal yang tidak bisa dialami oleh siswa , hal ini karena obyek 1). Terlalu besar (candi ), 2) Obyek terlalu kecil, 3). Gerakan yang terlalu lambat, 4) Gerakan yang terlalu cepat, 5) obyek yang dipelajari terlalu kompleks, 6) bunyi-bunyi yang dipelajari terlalu halus, 7) rintangan-rintangan misalnya dalam mempelajari musim.

4. Media memungkinkan adanya interaksi dengan langsung antara siswa dan lingkungan. Mereka tidak hanya diajak ”bicara tentang”, ”membaca tentang” gejala-gejala sosial namun lebih jauh kita ajak untuk berkontak secara langsung dengannya.

5. Media menghasilkan keseragaman pengamatan. Hal ini karena persepsi yang berbeda antara yang pernah melihat, mendengar dan yang mengalami.

6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru

7. Media membangkitkan motivasi dan meransang untuk belajar

8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari suatu yang konkrit maupun yang abstrak. Misal film tentang ”Desa Trunyan”

9. Media memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar mandiri

10. Meningkatkan kemampuan keterbacaan baru (new literacy), yaitu kemampuan untuk membedakan dan menafsirkan obyek, tindakan dan lambang yang tampak, baik yang alami maupun buatan manusia.

11. Media mampu meningkatkan efeks sosial, yaitu kesadaran akan dunia sekitar

12. Media dapat meningkatkan kemampuan ekspresi diri guru maupun siswa

Pedoman Umum Penggunaan Media dalam Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran dapat digambarkan dengan berbagai pola sebagai berikut :

Taksonomi Media Untuk Pembelajaran

Taksonomi adalah pengklasian media berdasarkan ciri-ciri tertentu. Karena media pembelajaran yang banyak digunakan media sebagai komunikasi maka dasar taksonomi yang disampaikan dibawah ini adalah mengacu pada media komunikasi.

Media Penyaji

Yang masuk dalam katagori ini terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu :

1. Grafis, bahan cetak, dan gambar diam

2. media proyeksi diam, contoh : film bingkai (slides), film rangkai (film strip), dan trasparansi

3. Media audio, contoh : kaset, radio, telepon

4. Audio ditambah media visual diam, contoh : film rangkai suara

5. Gambar hidup (film), contoh televisi/video dan film

6. Televisi, contoh : siaran TPI Pendidikan, TV EDU

7. Multimedia, contoh CAI, CBT, IMMI

Media Obyek

Media obyek adalah benda tiga dimensi yang mengandung informasi. Informasi disini tidak dalam bentuk penyajian tetapi melalui ciri fisiknya seperti : ukuran, beratnya, bentuknya, susunannya, warnanya, fusngsinya, dan sebagaimnya.

Media obyek terbagai dalam dua kelompokl, yaitu :

1.Media obyek yang sebenarnya, terdiri dari obyek alami, baik hidup dan mati. Yang kedua adalah obyek buatan manusia

2.Media obyek pengganti, contoh : replika dan mockup

Media Interaktif

Karakteristik penting dari media ini adalah siswa disamping memperhatikan penyajian atau obyek, tetapi dipaksa untuk berinteraksi selama mengikuti pelajaran.

Paling sedikit ada tiga macam reaksi yang dapat diidentifikasi ;

1. siswa berinteraksi dengan sebuah program, contoh mengisi tes

2. siswa berinterkasi dengan mesin, contoh terminal komputer

3. media interaktif, mengatur interaksi antar siswa secara teratur tetapi tidak terpogram

Taksonomi diatas merupakan petunjuk mengenai bentuk rangsangan media dan kegiatan apa yang dilakukan dengan media yang bersangkutan. Strategi yang paling baik adalah memanfaatkan media yang ada dan bukan terletak pada kecanggihan media itu sendiri.

II. PERANCANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Perancangan sebuah produk menjadi produk multimedia agar dapat dimanfaatkan secara optimal haruslah memperhatikan beberapa hal diantaranya :

1. cara belajar audien

2. karakteristik dan budaya personal dari populasi yang dijadikan target

3. karakteristik dari setiap komponen multimedia yang digunakan

4. kelebihan dan kekurangan dari setiap komponen (teks, grafis,sound, animasi, video )

5. Karakteristik yang tidak bisa dipisahkan dari tiap-tiap materi yang disajikan ( perlakuan yang berbeda antar mata pelajaran)

6. pentingnya interaktivitas dan partisipasi aktif pengguna

7. kebutuhan akan tersedianya suatu virtual enviromental (lingkungan belajar virtual) seperti web base application

Unsur-unsur tersebut diatas menjadi pertimbangan pada saat desain atau perencanaan sebuah produk multimedia. Dalam perencanaan ini juga secara komprehensip dicermati dengan baik terutama mengadakan analisis terhadap front analysis. Front end analysis ini terdiri dari :

1. audien analysis

2. technology analysis

3. situation analysis

4. task analysis

5. critical insident analysis

6. objective analysis

7. issue analysis

8. media analysis

9. extand data analysis dan

10. cost analys

Mengutif langkah Newby yang dikembangkan lagi oleh Tropin (2000) maka dalam perancangan produk multimedia berpedoman pada beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut adalah :

1. Analisis

Analisis yang paling berpengaruh adalah analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ini lahir dari persoalan yang ada. Khususnya membuat media pembelajaran untuk suatu mata pelajaran tertentu setidaknya mengacu pada :

· Aspek kurikulum : SK,KD

· Aspek perangkat proses belajar mengajar : RPP

· Program tahunan : penjelasan alokasi waktu

· Program semester

· Silabus

2. Pemilihan Teknologi

3. Strategi pengembangan dan proses

4. Desain/Build /test

Langkah 1 sampai 4 harus dianalisis secara cermat pada tahap perencanaan.

Ada beberapa langkah-langkah yang direkomendasikan dalam proses perancangan multimedia pembelajaran, yang saat ini masih kapabel dapat dijadikan pedoman dalam perancangan. Dibawah ini disajikan langkah-langkah perancangan multimedia pembelajaran baik dalam proses maupun pemilihan media, sebagai berikut :

Model 3. Pemilihan media menurut Modus Belajar Mandiri

Model 4. Life cicle Proses Produksi Multimedia

Proses Pre-Production àProses ProduksiàProses Post Production

III. KEBUTUHAN PIRANTI KERAS DAN LUNAK

Setelah secara konsep proses perecanaan dan juga desain perancangan multimedia telah digarap dengan cermat, maka perlu juga dikaji tentang piranti yang digunakan untuk melakukan proses tersebut. Kebutuhan alat yang sesuai dan tepat sangat mendukung dalam kemudahan kita membuat Multimedia Pembelajaran.

Sebagai gambaran dibawah ini disajikan korelasi antara multimedia conten production dengan multimedia broadcasting. Sehingga dengan data ini dapat ditentukan dan dipilih teknologi apa yang diperlukan dan teknologi dalam pengerjaanya.

Multimedia content Production dan Multimedia Broadcasting

Multimedia Vs Multimedia

Kebutuhan Perangkat Keras

Dalam pembuatan media pembelajaran sangat memerlukan konvergensi piranti dari beberapa kategori dan spesifikasi teknik peralatan yang handal dalam proses produksi media. Komputer yang digunakan dalam pembuatan media pembelajaran setidaknya kita sebut komputer multimedia. Sebuah komputer multimedia ditandai dengan adanya CD ROM dan speaker pada komputer tersebut. Namun spesifikasi komputer multimedia yang menurut pengalaman, komputer dipasaran saat ini sudah cukup handal dalam proses produksi.

Idealnya alat-alat lain yang perlu disiapkan dalam proses produksi adalah, sebagai berikut :

1. Komputer Multimedia

2. Handycam

3. Scanner

4. Kamera Manual atau digital

Sedang piranti lunak atau software yang perlu disiapkan adalah

1. Editor video contoh : ulead, pinnacle, adobe after effect

2. Editor suara contoh : audacyti, soundforge

3. Editor Teks contoh : Macroemdia Dreamweaver, Prontpage

4. Software animasi, contoh : Macromedia Flash

5. Software grafis, contoh : photoshop, coreldraw

6. Authoring tool, contoh : screen flash, macromedia captive

7. Tool image ico

Ketersediaan alat-alat tersebut diatas hanyalah sebagai gambaran yang mana ketersediaan alat-alat pada sekolah masing-masing tergantung situasi sekolah bersangkutan. Namun demikian apabila berkonsentrasi penuh pada upaya menghasilkan multimedia yang berbobot perencanaan pengadaan alat bisa dilakukan secara bertahap. Bahkan dengan alat-alat dan software sederhana saja sebenarnya bisa menghasilkan media pembelajaran. Tergantung pada media yang dibuat. Apakah media yang dibuat beformat sekuensial ( video, televisi) atau interaktif dengan bantuan komputer.

IV. ALUR KERJA PRODUKSI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Dibawah ini kami sajikan sebuah contoh alur dan langkah produksi multimedia pembelajaran interaktif.

MODUL PRAKTEK

Modul praktek telah disertakan dalam CD yang didalamnya ada software yang diperlukan dan animasi tutorial animasi.

V. PENUTUP

Semoga dengan latihan ini ada manfaatnya

——————————————————-——-———————————————————————

· Pengampu Mata Kuliah TIK Jurusan Teknologi Pendidikan – Fakultas Ilmu Pendidikan -Universitas Pendidikan Ganesha

· Tim Pengembang E-learning LP3 Undiksha

· Ketua Litbang APWI Telkom Bali

· Anggota Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel)

· Implementator Program ICT Cluster for Learning Bamboomedia

· https://aryaoka.wordpress.com

· Email : eciken_cv@yahoo.com

· http://tpundiksha.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: