STKIP Citra Bakti Menyemai Benih Teknologi Pendidikan

STKIP Citra Bakti Open stageSetiap daerah mempunyai potensi untuk berubah, berkembang dan maju seperti daerah-daerah yang lain tanpa kecuali Flores. Hal demikian disebakan karena setiap daerah memiliki potensi alam, keunikan adat dan budaya. Asalkan dimulai dengan perubahan pola dan cara beripikir untuk menggali potensi daerah. Potensi alam sangat mungkin dieksploitasi untuk kemakmuran masyarakat dengan catatan harus  mempertimbangkan pranata sosial, kelestarian dan keunikan suatu daerah. Pembangunan tidak hanya berarti mewujudkan bangunan fisik tetapi yang lebih penting adalah membangun sumber daya manusia yang sanggup dan mampu bersaing. Pangkalan data perguruan tinggi Dikti menunjukkan NTT mempunyai 71 perguruan tinggi berbentuk universitas dan sekolah tinggi baik negeri maupun swasta. Pertumbuhan tersebut mengindikasikan bahwa, partisipasi masyarakat untuk membangun pendidikan dalam rangka membangun sumber daya manusia untuk mengubah pola pikir patut diapresiasi. Memang, banyaknya perguruan tinggi tidak langsung mempengaruhi indek pembangunan manusia (IPM) setiap daerah.  Sebagai contoh, IPM Provinsi NTT yang 6,2 memang masing ketinggalan dengan daerah lain. Ini artinya, perlu inovasi dan kreatifitas yang lebih besar untuk memunculkan insan-insan yang inovatif, kreatif, adaptif terhadap perkembangan zaman dan aplikatif menyemai keterampilan yang diperoleh untuk masyarakat.

Perguruan tinggi tidak elok hanya menambah program studi, menambah angka doktor dan magister, memperluas dSTKIP Citra Bakti Open stagean meningkatkan sarana-prasarana, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana keluaran perguruan tinggi bisa bermanfaat bagi masyarakat. Link and match dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha dan industri.

Di ranah pendidikan, variabel yang terlibat justru lebih komplek seperti standar kelulusan, isi, proses, pendidik, sarana-prasarana, penilaian, biaya, pengelolaan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Semua variable tersebut memerlukan teknologi baik dalam takaran konkrit dan tidak konkrit. Sehingga, adaptasi teknologi dalam sistem pendidikan kerap ditemui misalnya adanya program studi teknologi pendidikan, teknologi pertanian, teknologi perkapalan bahkan kata teknologi sudah disandingkan untuk membentuk berbagai istilah seperti misalnya teknologi tepat guna, teknologi kinerja, teknologi informasi dan komunikasi yang sering disingkat dengan TIK.

Hal yang menarik adalah teknologi pendidikan (TP). Teknologi ini bukanlah sesuatu yang baru. Adalah Negara Paman Sam sebagai barometer dan habitat subur tumbuhnya teknologi untuk pendidikan, teknologi dalam pendidikan dan aplikasinya di dunia pendidikan. Tercatat cikal bakal Teknologi Pendidikan/pembelajaran telah dimulai pada tahun 1920 dengan istilah educational engineering (rekaya pembelajaran) oleh Franklin Bobbitt dan W.W Charter. Sedangkan Saettler mendengar istilah teknologi pendidikan digunakan untuk pertama kali oleh W.W Charter. Kemudian James D. Finn menggunakan istilah Teknologi Pembelajaran pada penerbitan pertama dari Technological Development Project yang disponsori NEA pada tahun 1963. Finn mempokuskan publikasi pada penggunan komunikasi audio visual dalam pendidikan dan pelatihan. Penerapan teknologi pendidikan  di Amerika pertama terjadi pada tahun 1970 dalam program pembelajaran berbantuan computer yang dikenal dengan istilah Computer Aided Instruction (CAI). Kemudian pada tahun 1972 TP  di Amerika  mengeksistensikan jati dirinya sebagai suatu bidang yang menkaji proses pembelajaran, bukan mengkaji manusia yang melaksanakan pembelajaran pada suatu sistem pendidikan dan pelatihan. Sekarang, eksistensi TP telah utuh menjadi  profesi, bidang kajian dan suatu teori.

Tahun 1972 adalah geliat pemanfaatan teknologi pendidikan, geliat ini lebih bergelora ketika Apple memperkenalkan mikrokomputer generasi II. Selanjutnya, komputer macintosh juga digunakan untuk mengubah bahan-bahan pelajaran untuk pendidikan dan pelatihan. Sehingga, sala satu Negara di kawasan Eropa yakni Inggris juga kena dampak teknologi pendidikan. Akibatnya, British Open university yang awalnya menggunakan korespondensi untuk perkuliahan menggantinya dengan sistem jarak jauh melalui teknologi komunikasi audio dan video.

Tonggak penting selanjutnya adalah diperkenalkannya model perancangan pembelajaran atau desain pembelajaran Dick W. Carey pada tahun 1978 dan Model desain pembelajaran Keller di tahun 1983. Teknologi pendidikan sebagai suatu teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan sumber dan proses belajar mulai mendapat kepercayaan dan semakin diintegrasikan dalam dunia pendidikan Negara paman Sam. Contohnya, Departemen Pertahanan Amerika menggunakan konsep teknologi pendidikan untuk melatih tentara dan perwiranya.

Bahkan teknologi pendidikan di Amerika langsung berada dibawah kendali Presiden Barack Obama. Departemen ini  telah diberikan wewenang untuk mempimpin tranformasi pendidikan dengan memperdayakan teknologi, mengembangkan pogram strategis integrasi teknologi dalam pendidikan  dan melakukan transisi bahan ajar cetak ke digital. Di laih pihak, sebuah asosiasi  tertua Teknologi Pendidikan bernama Association for Educational Communications  and Technology (AECT). Asosai ini merupakan induk teknologi pendidikan di dunia, termasuk Teknologi Pendidikan Indonesia. Misi asosiasi ini  adalah melakukan kajian berdasarkan etika profesi dalam memfasilitas belajar agar terjadi peningkatan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, pengelolaan teknologi, proses dan sumber yang tepat.

Lalu, bagaimana dengan eksistensi TP di Indonesia. Beberapa  perguruan tinggi negeri telah mengembangkan TP di Indonesia seperti Universitas Negeri  Jakarta, UPI Bandung, Universitas Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Medan, Padang, Makasar dan Universitas Pendidikan Ganesha. Semua universitas ini berada pada Indonesia bagian Barat dan tengah. Sedangkan Indonesia bagian timur mungkin belum terinspirasi untuk mengembangkannya tetapi kemungkinannya tetap ada.

Ikhwal TP di Indonesia berawal dari  kembalinya Pak Yusuf Hadi Miarso dari Amerika ke Indonesia tahun 1963 dan di era Bung Karno Pak Yusuf Hadi Miarso dipercaya sebagai ketua Seksi Fotografi Ganefo. Kiprah berikutnya tenaga TP di Indonesia adalah dipercaya melakukan penelitian dan memberikan masukan untuk REPELITA I. Jejak karya TP berikutnya adalah  dikembangkan model pembelajaran PAMONG dan pendirian Lembaga media Pendidikan tahun 1971, dilanjutkan dengan rintisan radio pendidikan di tahun 1972. Kelembagaan Media Pendidikan diubah menjadi Satgas Teknologi Komunikasi untuk Pendidikan dan kebudayaan di tahun 1972 dan akhirnya di tahun 1974 menjadi PUSTEKOM sampai sekarang.

Produk implementasi TP di Indonesia  di tahun 1979 adalah realisasi SMP terbuka dan sebagai diketahui tahun 1990 menjadi andalan penuntasan wajib belajar 9 tahun serta realisasi Universitas Terbuka. UT adalah universitas jarak jauh yang berinovasi untuk mengaplikan seluruh sistem dan model teknologi pendidikan di Indonesia.

Diterimanya konsep TP di Indonesia juga terlihat dengan diakuinya pendirian Prodi S1  TP pertama  di Universitas Negeri Jakarta pada tahun 1974 dan Program S2 TP terstruktur  pada tahun 1978. Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) adalah bukti implementasi dan inovasi TP di Indonesia dengan siaran andalanya adalah Aku Cinta Indonesia yang mengudara secara resmi pada tahun 1985 kendati usulan programnya telah dajukan sejak tahun 1975.

Kehadiran dan lahirnya  TP di Indonesia tumbuh dari kesadaran bahwa, Pendidikan dan latihan banyak yang dapat ditingkatkan dengan pemikiran yang lebih serius dan hati-hati tentang berbagai aspek dalam merancang situasi belajar mengajar. Pendidikan membutuhkan teknologi dan teknologi itu amatlah vital bagi pendidikan itu sendiri.  TP bukan semata-mata fokus pada aspek konkrit seperti  perangkat keras, lunak dan deregulai. Namun, juga aspek tidak konkritnya seperti teknik belajar dan mengajar. Kedua aspek tersebut dalam penyelenggaraan suatu sistem pendidikan  TP memandang dalam perspektif pendekatan sistem. Dimana, dalam pendekatan sistem  aspek  perangkat keras, perangkat lunak, deregulasi, teknik belajar dan mengajar harus terintegrasi dalam suatu sistem. Oleh karena itu TP dalam menyelesaikan persoalan belajar selalu berpedoman pada cara-cara ilmiah  dan sistematik dengan praktek-praktek yang unggul. Itulah sebenarnya yang menjadi esensi teknologi dari TP.  Teknologi inilah yang kemudian oleh sarjana TP digunakan untuk memadukan komponen sumber daya belajar. Komponen sumber daya belajar itu adalah orang, isi ajaran/pesan, media, bahan ajar, teknik, peralatan dan lingkungan.

Sarjana TP berperan dalam takaran praktis dan ilmiah. Sebagai praktisi dan peneliti, keduanya ditentukan berdasarkan struktur dan tujuan dari lingkungan kerja tertentu dengan merujuk pola jabatan tersebut. Sehingga dalam mengaplikasikan teori TP dan berpraktek ke-TP-an, Sarjana TP membatasi pada domain, kawasan dan sub bidang kawasan. Domain Teknologi pendidikan adalah Desain atau Perancangan, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian proses dan sumber belajar.

Sub bidang kawasan Desain, peran TP mengkaji sistem/model desain pembelajaran, desain pesan pembelajaran, strategi pembelajaran dan karakteristik pebelajar. Kemudian pada sub bidang kawasan pengembangan, peran TP adalah mengembangkan teknologi cetak, audio, video, berbasis komputer dan teknologi terpadu. Selanjutnya pada sub bidang kawasan pemanfaatan, peran TP adalah pemanfaatan media pembelajaran, difusi-inovasi pembelajaran, implementai dan institusi serta kebijakan atau deregulai.  Selanjutnya sub bidang kawasan pengelolaan peran TP adalah dalam hal mengelola proyek, sumber, sistem penyampaian dan informasi atau pusat sumber belajar. Terakhir sub bidang kawasan penilaian peran TP adalah menganalisis masalah dengan mempergunakan acuan patokan dan normatif yang pada akhirnya sebagai dasar untuk melakukan evaluasi (mengambil keputusan).

Kemudian pertanyaannya adalah apakah Teknologi Pendidikan dibutuhkan oleh lembaga Pendidikan (sekolah) dan Pelatihan? Sebelum menjawab, marilah repleksi beberapa pertanyaan berikut: (1) Apakah sekolah membutuhkan analis untuk menganalisis kebutuhan sistem/model pembelajaran? (2) Apakah sekolah membutuhkan perancang sistem/model pembelajaran dan kurikulum? (3 )Apakah sekolah membutuhkan perancang  dan pengembangan media pembelajaran (4) Apakah sekolah membutuhkan pengkaji prototype media pembelajaran? (5)Apakah sekolah membutuhkan konsultansi penerapan sistem/model pengembangan dan pemanfaatan media? (6) Apakah sekolah membutuhkan pengembang pusat sumber belajar?

Semua pertanyaan diatas membutuhkan jawaban, karena tantangan proses pembelajaran kedepan adalah bagaimana meningkatkan efesiensi seluruh proses kegiatan pembelajaran, baik meningkatkan kualitas belajarnya, mempersingkat waktu dan biaya serta meningkatkan kualitas guru. Oleh karenanya, bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang inovatif menjadi dambaan bersama, tentunya dambaan ini selaras dengan konsep Unesco untuk mewujudkan Lingkungan Inklusif Ramah terhadap pembelajaran bagi anak serta deklarasi Incheon Unesco 2015 untuk pendidikan tahun 2030 yakni Towards inclusive and equitable quality education and lifelong learning for all. Oleh karenanya, penyemaian benih TP di bumi Flores tinggal mencari habitnya yang cocok.

Ditulis dalam Opini. Komentar Dinonaktifkan pada STKIP Citra Bakti Menyemai Benih Teknologi Pendidikan

Pawai Ogoh-ogoh serangkaian hari raya Nyepi

Pawai Ogoh-ogoh serangkaian hari raya Nyepi di Ngada Flores-NTT.

Ditulis dalam Info. Leave a Comment »

Orinaku – Orang tua inspirasi anak-anakku

orinalambang

Salam Orang Tua Inspiratif

Blog ORINA-Orang tua inspiratif anak-anak ditujukan kepada orang tua yang melaksanakan homeschooling dirumah masing-masing. Orina sebagai komunitas untuk menghubungkan para orang tua yang bergiat mendampingi buah hati mereka dalam tumbuh kembag anak lebih manusiasi.

Pendidikan bukan untuk mentransfer ilmu kepada anak-anak, tetapi pendidikan adalah untuk menumbuhkan kealamian anak-anak kita.

Untuk itu, waktu anak lebih banyak dirumah seyogyanya bisa dikelola dengan baik untuk tumbuh kembang mereka.

Melalui orina kita akan berbagi pengalaman dan tips-tip terbaik buat anak-anak kita.

Visit web Orinaku Klik disini

Ditulis dalam Info. Leave a Comment »

Four Ways Technology Is Changing How People Learn [Infographic]

eLearning professionals must understand and embrace the meaning and the implications of these changes in the learning process.

Sourced through Scoop.it from: info.shiftelearning.com

Banyak yang skeptis teknologi hanya sekedar alat yang kurang bermanfaat dalam proses pembelajaran. Nah, untuk  mengetahui bagaimana teknologi mengubah cara dan pandangan belajar, ada baiknya Anda baca artikel ini.

See on Scoop.itEducational Technology

Ditulis dalam Info. Leave a Comment »

The Perfect eLearning Course Design Checklist Infographic – e-Learning Infographics

The Checklist for the Perfect eLearning Course Design Infographic presents 9 design tactics that will transform your eLearning courses!

Sourced through Scoop.it from: elearninginfographics.com

Merancang pembelajaran tidak ubahnya seorang arsitek dalam merancang bangunan. Banyak hal yang dipertimbangkan. Banyak acuan, pedoman dan standar yang digunakan serta pengalaman terbaik sebagai penyedap desain tersebut. Untuk mengecek itu semua ada baiknya melihat daftar list. Mungkin ini menginspirasi.

See on Scoop.itEducational Technology

Ditulis dalam Info. Leave a Comment »

30 Universal Strategies For Learning

30 Universal Strategies For Learning by Terry Heick As teachers, we’re all trying to better understand how people learn–not now they’re taught in terms of…

Sourced through Scoop.it from: teachthought.com

Sejak SD sampai perguruan tinggi ketika guru dan dosen datang dan berdiri didepan, paling-paling strategi yang sakti tetap dipertahankan seperti metode ceramah dan tanya jawab. Kadang-kadang demonstrasi itupun ketika mata pelajaran olah raga. Padahal ada banyak strategi yang digunakan.

See on Scoop.itEducational Technology

Ditulis dalam Info. Leave a Comment »

10 Creative Online Presentation Ideas For eLearning Professionals – eLearning Industry

10 Creative Online Presentation Ideas to ensure that your Online Presentation is not only highly informative, but also inspiring and greatly memorable!

Sourced through Scoop.it from: elearningindustry.com

Menyajikan suatu konten dengan apik dan mudah dimengeri oleh audion tidaklah mudah. Perlu inovasi dan kreatifitas secara terus menerus dan yang penting adalah apa Value prepotion konten kita.

See on Scoop.itEducational Technology

Ditulis dalam Info. Leave a Comment »