Berita lama, Tayangan Baru

Wisuda XI Undiksha Singaraja

Diwisuda 1.796 Wisudawan, Terbesar Sepanjang Sejarah

Singaraja (Bali Post).

Sepanjang sejarah wisuda di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja pada wisuda XI tahun 2011 ini merupakan wisuda dengan jumlah wisudawan terbesar. Yakni 1.796 wisudawan terdiri atas 301 wisudawan S-2, 1.017 wisudawan S-1, 420 wisudawan D-3, dan 58 Wisudawan D-2.

Wisuda yang dilakukan di lapangan Undiksha, Kampus Tengah, Jalan Udayana Singaraja, Sabtu (24/9) lalu itu memang terkesan sangat megah. Lapangan Undiksha dipenuhi oleh puluhan ribu orang yang terdiri atas wisudawan dan keluarganya. ‘Untungnya wisuda dilapangan, Jadi tidak berdesak-desakan. Selain wisuda banyak keluarga yang mengantar juga banyak,” Komentar salah seorang keluarga wisudawan.

Rektor Undiksha Prof. Dr. Nyoman Sudiana, M.Pd. dilihat dari jumlah, memang jumlah wisudawan tahun ini terbesar sepanjang sejarah yakni 1.796 orang. Dengan demikian sampai saat ini Undiksha telah menghasilkan lulusan sebanyak 34.714 terhitung sejak sebelum bernama  Undiksha. Rinciannya 1.402 magister, 14.780 sarjana, 2.136 sarjana muda, 4.795 D3, 9.9941 D2, 1.522D-1, dan 138 akta mengajar.

Sudiana mengatakan rasa bangganya terhadap para wisudawan yang sudah diwisuda dalam upacara tersebut. Tetapi, ia berharap kepada para wisudawan agar bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya itu dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, para wisudawan juga diharapkan terus berkiprah dan bekontribusi secara siginifikan terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat umat manusia.

Menurutnya, setelah diwisuda, para lulusan itu bukan berarti tidak belajar lagi. Karena sesungguhnya pendidikan tak pernah berhenti. Masih banyak yang perlu dipelajari. “Apa yang diperoleh di kampus masih perlu dikembangkan dengan belajar terus tiada henti,”katanya.

Dalam acara wisuda itu juga diserahkan penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing strata pendidikan.

Untuk S-2 diberikan kepada 22 wisudawan yang memperoleh nilai dengan predikat pujian. Mereka antara lain Ni Kadek Juliantari, M.Pd dari Pendidikan Bahasa dan Gde Putu Arya Oka, M.Pd dari Teknologi Pembelajaran dengan memperoleh IPK 3,88.

Untuk S-1 diberikan penghargaan kepada 108 wisudawan, antara lain Kadek herry Puspa dewi, S.Pd. dari PGSD dengan IPK 3,87.

Untuk D-3 diberikan penghargaan kepada 39 wisudawan dan untuk D-2 penghargaan diberikan kepada 4 wisudawan. (Kmb15/*)

Hebatnya hyperlink

Suatu konten yang mengandung material multimedia, dengan hyperlink semua konten dalam lintas flatform aplikasi yang berbeda dapat dihubungkan dengan mudah, kendati dalam mengubungkannya banyak melakukan trial and error.

Seperti misalnya pada halaman ini, saya mencoba bereksperimen dengan berbekal satu akun Google, web picasa dan vodpoo konten foto yang telah diunggah dapat dengan sukses ditayangkan pada wordpress.

Uji coba ini kami lakukan mengingat untuk menampilkan foto dengan mode slidshow dengan slide dot com, kalau tidak salah permaret tahun ini sudah tidak bisa dilakukan

Kitab-kitab Suci Orang TP

Beberapa buku yang “wajib” dibaca oleh mahasiswa TP adalah sebagai berikut:

1. Instructional Technology: The Definition and Domains of theFields. AECT.1994

2. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan

3.Mozaik Teknologi Pendidikan

4.Educational Technology: A Definition with Commentary yang berisi definisi TP tahun 2000 oleh Alan Januszewski & Molenda

5. Standard for Acreditation of school media Specialist and Educational Technology Specialist Programs  oleh Rodney S. Early

6. Instructional-Design Theories and Models, Volume III Building a Common Knowledge Base Edited by Charles Reigeluth, Indiana University, USA and Alison Carr-Chellman, Pennsylvania State University, USA

7.Design and Development Research
Methods, Strategies, and Issues
Rita C. Richey, Wayne State University, Detroit, USA and
James D. Klein, Arizona State University, USA

8.Classroom Integration of Type II Uses
of Technology in Education
Edited by Cleborne D. Maddux and
D. Lamont Johnson

9.Type II Uses of Technology
in Education
Projects, Case Studies, and Software Applications
Cleborne D. Maddux and D. Lamont Johnson

10.Multimedia and Literacy Development
Improving Achievement for Young Learners
Edited by Adriana G. Bus, Leiden University, the
Netherlands and Susan B. Neuman, The University of
Michigan, USA

11.Handbook of Technological
Pedagogical Content Knowledge
(TPCK) for Educators
Edited by the AACTE Committee on Innovation and
Technology, USA

12.Handbook of Research on Educational
Communications and Technology
Edited by J. Michael Spector, M. David Merrill,
Jeroen van Merriënboer and Marcy P. Driscoll

13. cilaka tigabelas, tunggu updatenya.

Standard Teknologi Informasi dan Komunikasi

Media dan Teknologi dalam Pembelajaran

Standard dari masyarakat internasional penerapan teknologi dalam pembelajaran meliputi: 1)standard untuk pendidik, 2)standard untuk pelajar dan 3)standard untuk staff.

Dewasa ini di era belajar digital, perlu kiranya mencermati standard yang dikeluarkan oleh lembaga ISTE , sekedar sebagai perbandingan untuk memperluas cakrawala tentang standard  komptensi inti guru TIK di negeri ini. Seperti diketahui sebenarnya standard kompetensi inti guru TIK sudah jelas tersurat pada permendiknas nomor 16 tahun 2007.

Namun demikian, pembaca yang ingin mengetahui standar tersebut dapat diklik pada link ini.

Sharing Pengembangan Konten eLearning di SMAN 3 Denpasar

Berlangsung di Gedung Aula SMAN 3 Denpasar, Kamis (22/12) diselenggarakan workshop Pengembangan Bahan Pembelajaran Berbasis eLearning. Acara yang hari pertama di isi oleh Gde Putu Arya Oka dan hari kedua (Jumat, 23/12) di isi oleh Putu Sudiarta (Bamboomedia).

Memang,  saat ini e-learning menjadi trend dan pembicaraan dimana-mana. Apa yang dilakukan SMA 3 Denpasar untuk melakukan upaya menuju kepada e-learning sudah sewajarnya di nilai positif, tanpa memberikan penilaian secara kuantitatif. Artinya, berbicara eLearning sangat luas. Mulai dari pembangunan prasarana dan  sarana, akses , penyiapan standar mutu dan penyiapan untuk pengelolaannya.

Pengembangan bahan ajar menuju pada konsepsi elearning, tidaklah mudah. Setidaknya menurut Horton (2006), jika akan menuju konsepsi elearning, harus diawal dipahami dahulu jenis-jenis dari elearning.  Jenis-jenis elearning  menurut Horton adalah:

1. Standalone courses

2.Virtual-classroom courses

3.Learning Game and Simulations

4.Embedded Learning

5.Blended Learning

6.Mobile Learning

7.Knowledge Learning

Menurut Horton, hal yang sangat penting dipahami  sebelum konsepsi elearning diterapkan di dunia pendidikan adalah ” start with good instructional design”.

Instructional design atau rancangan pembelajaran adalah dokumen yang dihasilkan melalui beberapa tahapan dengan menggunakan beberapa teori dan model desain yang sudah ada. Kegiatan merancang pembelajaran mutlak dilakukan, hal ini sama halnya dengan seorang arsitek yang mendesain terlebih dahulu sebelum bangunan bisa dibangun. Para perancangan pembelajaran atau sama dengan arsitek akan memastikan, bahwa semua faktor-faktor yang akan menyebabkan suksesnya Proses Pembelajaran dianalisa, yang selanjutnya di tuangkan dalam desain pembelajaran (bersambung..)

Workshop Entrepreneur Undiksha

Suasana Workshop Entrepreneurship Undikshax

Berlangsung di Enjung Beji, Begudul (19/12-2011) Undiksha menggelar workshop Penyusunan Kurikulum Kewirausahaan dan Data Base kewirausahaan.

Acara yang dibuka oleh PR III Undiksha, dihadiri oleh Ketua Jurusan Se Undiksha, diharapkan kegiatan ini mampu menjawab tantangan akan kebutuhan dunia kerja yang lebih realistis.

Menghadirkan dua nara sumber dari UPI Bandung, dengan nada guyon katanya nara sumber ” universitas jangan pintar hanya memproduksi sarjana, tanpa memikirkan suatu saat akan overload”.  Mau dibawa kemana sarjana-sarjana ini!

Bagi yang sudah sarjana, pertanyaannya:  kemanakah selembar ijazah sarjana ini dibawa? Bagi yang belum sarjana, pertanyaannya: setelah tamat mau menjadi apa?  Peserta serentak menjawab,….MAU DITERIMA SEBAGAI PNS! Titik.

Lawatan Ke Perpusnas dan ANRI

Selama tiga hari (31/11-2/12 2011) berkesempatan melakukan lawatan ke Perpustaaan Nasional RI, Arsip Nasional RI (ANRI) dan Gedung Hindia Belanda. Kesempatan ini diberikan kepada kami sebagai pengunjung perpustaan dan Arsip Daerah Buleleng yang terajin dan teladan.

Gedung Perpusnas Gedung ANRI Foto Bersama Sekum Perpusnas

Peran perpustaan sebagai sumber belajar adalah sangat penting, selama ini minat baca dan berkunjung ke perpus masih perlu ditingkatkan. Membaca dan berkunjung ke perpus belum menjadi budaya. Hal ini mungkin tidak berlaku bagi mereka-mereka yang haus akan bahan bacaan. Dilain pihak, tentunya yang tidak haus lebih banyak, dengan berbagai alasan.

Acara lawatan yang didampingi langsung oleh Kepala Perpustaan dan Arsip Daerah Buleleng (I Made Budi Astawa) mengunjungi beberapa obyek penting yang berkaitan dengan misi perpustakaan Buleleng.

Catatan Lomba Dikpora Denpasar 2011

Berlangsung di SMAN 8 Denpasar, ajang lomba Kreatifitas Siswa dan Guru se Kota Denpasar berlansung dari tanggal 16 sampai 23 Nopember 2011.
Kegiatan ini adalah kali kedua dalam usaha menumbuhkan kreatifitas siswa-siswi dan guru dalam mengelola pembelajaran.

Kendati peserta yang tampil masih jauh dari harapan, namun mereka-mereka yang hadir adalah siswa-siswi yang kreatif dan guru yang inovatif. Memang sangat sulit unutk menggerakkan siswa-siswi dan guru untuk menjadi kreatif. Oleh hal demikian dorongan dan motivasi dari diri-sendirilah yang paling menonjol untuk menggerakkan mereka untuk berkreasi.

Student Entrepreneur

National teaching conference telah berlangsung di Bali.  Diselenggarakan oleh universitas Ciputra, NTC ini memberikan semangat baru dalam kerangka menyemai benih-benih entrepreneur dikalangan pendidikan, mulai jenjang taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Foto bareng bersama Pakar entrepeneur

Foto bareng bersama Pakar entrepeneur

Dengan menghadirkan pakar-pakar entrepreneur dari dalam negeri (UCEC) dan luar negeri, training of trainer ini menyajikan atmosfir yang berbeda, khususnya dalam metode pelatihan berbasis entreprenurship di Indonesia.

Banyak hal baru yang disajikan, banyak teknik dan strategi baru di sajikan bagi pegiat-pegiat dunia usaha. Bukan itu saja, pengemasan training ini dengan gaya yang ringan dan menyenangkan menyebabkan waktu 3 hari terasa sangat singkat.

Demikian pula pada jenjang pendidikan tinggi. Gaung dan angin wirausaha saat ini berhembus sangat kencang. Pak Ci mengatakan ”Dulu saya berpikir lewat pendidikan sudah cukup untuk membuat Indonesia makmur. Tetapi kenapa hingga sekarang tetap saja kita terbelakang?

Ternyata tidak cukup menguasai ilmu yang umum saja. Bangsa ini butuh orang-orang yang sanggup mengubah kotoran menjadi emas. Itu ada dalam spirit kewirausahaan,” kata Ciputra. Lebih lanjut, Menurut Ciputra, kewirausahaan itu bisa diterapkan di semua bidang pekerjaan dan kehidupan. Kewirausahaan juga bisa mengatasi banyak persoalan bangsa, terutama kemiskinan dan pengangguran.

Jakob Oetama mengatakan, kewirausahaan bukan berhenti pada persoalan keahlian. ”Kewirausahaan mesti dikembangkan sebagai budaya dalam arti pembentukan sikap dan penanaman nilai-nilai hidup. ”Bangsa ini tidak butuh ornag-orang yang hanya bisa ngomong saja, tetapi butuh orang yang mau bekerja dan berbuat,” ujar Jakob.

Situasi yang sama juga dikatakan oleh Sudrajat Rasyid, “semangat kewirausahaan itu mesti bisa jadi karakter atau budaya semua anak bangsa. Karena itu, perlu rekayasa ulang dalam bentuk pendidikan, pelatihan, serta metode mengembangkan kewirausahaan.

Antonius Tanan, Presiden UCEC, mengatakan, para peserta dalam TOT Entrepreneurship diharapkan bisa menjadi pengusaha dan menjadi pelatih pendidikan kewirausahaan.

Sejalan dengan itu, konsorsium internasional untuk pendidikan kewirausahaan sebagai lembaga nirbala juga mendukung entrepeneur dengan membantu mengeluarkan standar internasional pendidikan kewirausahaan mulai jengang sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Integrasi SHIT

SHIT adalah akronim dari Software, Hadware dan Instructional Technology atau media pembelajaran, perangkat keras dan ilmu teknologi pembelajaran dalam proses pembelajaran.

Bagaimana intergrasi ketiganya? media pembelajaran dapat dimainkan dengan perangkat keras tertentu, tetapi tidak efektif jika tidak ada metode bagaimana mengintegrasikan media dan teknologi hadware tersebut.

Agar media dan teknologi efektif dan efesien maka ilmu teknologi pembelajaran adalah komponen vital dari rangakaian SHIT tersebut.

Dibawah ini adalah penerapan bahan ajar yang disimpan dalam CD, lalu diputar dengan VCD Player dan televisi, lalu prosesnya belajarnya mempergunakan teknologi pembelajaran.

Implementasi mahasiswa TP di SD RSBI 3 Banjar Jawa, Singaraja

Implementasi mahasiswa TP di SD 4 Panji, Singaraja

Implementasi di SD RSBI 3 Banjar Jawa Singaraja

Implementasi di SD RSBI 3 Banjar Jawa Singaraja

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.